PROYEK HOTMIX PERUM PERMATA INDAH DIDUGA DIKERJAKAN PEJABAT DPRKP SAMPANG

Dikerjakan Tengah Malam Tanpa Pemberitahuan Kepada Warga, dan Diduga Tidak Sesuai Dengan RAB

Proyek hotmix di perumahan Permata Indah diduga asal-asalan tak sesuai RAB.

Sampang, Pojok Kiri – Pekerjaan proyek infrastruktur jalan hotmix di perumahan Permata Indah, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang yang dikerjakan Minggu (04/11/2018) tengah malam sekitar pukul 02.30 WIB ditengarai dikerjakan sendiri oleh salah satu pejabat di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Sampang. Sehingga pengerjaannya diduga tidak sesuai, bahkan jauh dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) demi memperkaya diri sendiri.

Saat Pojok Kiri mencoba mengukur ketebalan lapisan hotmix, ternyata hanya sekitar 2,5 centimeter (Cm). Padahal, dalam RAB seharusnya ketebalannya 4 Cm sama seperti yang dikatakan salah satu pekerja saat ditanya menyatakan ketebalannya 4 Cm, tetapi kenyataannya hanya 2,5 Cm.

Aaaaaaaaaa Selain itu, pekerjaan hotmix jalan perumahan tersebut tanpa adanya pemasangan papan nama proyek. Sehingga ditengarai tidak ada transparansi kegiatan tersebut kepada publik. Tanpa pemasangan papan nama proyek itu, kontraktor pelaksana sudah jelas menabrak Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu juga tak patuh terhadap Peraturan Presiden (Perpres) RI nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Saat diukur, ketebalannya diperkirakan hanya 2,5 Cm.

Tak hanya itu yang menjadi permasalahan, pengerjaan proyek di lingkungan tempat tinggal tersebut sangat mengganggu warga perumahan dimaksud dengan timbulnya suara dari mesin yang digunakan, dan juga berdampak mengotorkan rumah-rumah warga saat melakukan pembersihan debu. Sebab, pengerjaannya dilakukan tengah malam di saat warga tengah tidur, dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya jika akan dilakukan pekerjaan proyek dimaksud, termasuk kepada Lurah setempat. Sehingga warga terbangun karena kaget dengan suara yang ditimbulkan itu.

BACA JUGA :  PRAKTEK CULAS LELANG PROYEK REHABILITASI RUANG VIP RUMDIN BUPATI SAMPANG TERCIUM

Salah satu warga perumahan dimaksud, Silvie mengungkapkan jika dirinya terbangun karena terkejut dengan suara yang ditimbulkan saat pembersihan debu di jalan persis depan rumahnya. Ia menyayangkan pekerjaan proyek yang dilakukan tengah malam sekitar pukul 02.30 WIB tersebut tanpa ada pemberitahuan kepada warga perumahan.

“Saya terbangun karena kaget dengan suara angin dan mesin pembersihan debu saat melintas depan rumah. Bahkan sampai anak saya yang berumur 1 tahun juga terbangun sampai menangis karena kaget. Selain itu, pembersihan debu berdampak kotornya pakaian yang masih berada di jemuran teras rumah. Saya juga melihat proses pengerjaannya terkesan asal-asalan tanpa ada komunikasi dengan warga perumahan,” ungkapnya, Minggu (04/11/2018).

Sementara itu, Lurah Banyuanyar Abd Hadi Purnomo saat dikonfirmasi mengakui tidak ada ijin maupun pemberitahuan jika akan dilakukan pengerjaan proyek di wilayah kerjanya tersebut. Ia menegaskan jika tidak ada koordinasi kepada dirinya selaku lurah setempat saat melakukan pengukuran lokasi hingga proses pengerjaannya.

“Tidak ada pemberitahuan sama sekali akan dilakukan pengerjaan proyek hotmix itu kepada kami. Kalau memang itu dikerjakan tengah malam saat warga tidur, seharusnya ada pemberitahuan kepada warga perumahan agar tidak sampai kaget. Bahkan, kami sampai saat ini tidak mengetahui proyek itu dikerjakan oleh siapa. Karena memang tidak ada koordinasi dengan kami,” tegas pria yang akrab disapa Ipung tersebut.

Terpisah, Kepala DPRKP Abd Hannan melalui Kabid Perumahan dan Pertanahan Faisol Ansori membantah jika proyek itu dikerjakan oleh salah satu kepala seksi (kasi) dibawahnya. Ia juga berdalih tidak hafal ketika ditanya ketebalan hotmix sesuai dengan RAB dan berapa pagu anggarannya. Bahkan saat ditanya terkait tidak adanya papan nama proyek, ia juga beralasan sudah ada tapi belum dipasang. Padahal, seharusnya papan nama proyek itu sudah terpasang sesaat sebelum dilakukan pengerjaan, dengan tujuan agar masyarakat sekitar bisa mengetahuinya.

BACA JUGA :  DISHUB SAMPANG LAUNCHING PARKIR BERLANGGANAN TEPI JALAN

“Kalau ketebalannya sesuai dengan RAB itu saya tidak hafal, nilainya juga tidak hafal. Besok saja ke kantor bisa dilihat sendiri. Untuk papan nama proyek itu memang sudah disiapkan, nanti akan saya kroscek kepada petugas di lapangan agar segera dipasang,” tutupnya dengan berbagai alasan menutupi bobroknya pekerjaan proyek jalan hotmix di perumahan Permata Indah itu. (msa)

Telah dibaca : 30 kali.