KEJARI RANGKUL PWI SAMPANG DALAM PENYULUHAN HUKUM

Kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum Kejari bersama PWI Sampang di Graha Jokotole, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Rabu (08/11/2018) pagi.

Sampang, Pojok Kiri – Program Bimbingan Masyarakat Taat Hukum (Bitmakum) yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang kali ini melalui terobosan baru dengan merangkul organisasi kewartawanan, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sampang. Kegiatan program Penyuluhan dan Penerangan Hukum yang dilakukan bidang Intelijen Kejari Sampang tersebut digelar di Graha Jokotole Kantor Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Kamis (08/11/2018) pagi.

Puluhan undangan mulai dari perangkat desa, masyarakat umum, hingga aparatur sipil negara (ASN) setempat tampak hadir untuk mengikuti Bitmakum dimaksud. Bertindak sebagai pemateri diantaranya Kasi Intelijen Kejari Sampang Joko Suharyanto, Jaksa Munarwi, Anggota PWI Sampang Syamsul Arifin, dan Ketua PWI Sampang H Ach Bahri sebagai moderator.

aaaaaaaaaa Dalam kegiatan dimaksud, sejumlah materi berkaitan dengan hukum disampaikan pemateri. Diantaranya tentang perlindungan ibu dan anak, narkoba, serta tindak pidana korupsi (tipikor). Suasana acara menjadi hidup dengan adanya dialog dan tanya jawab secara langsung dengan para pemateri.

Foto bersama pihak Kejari Sampang dengan PWI Sampang usai kegiatan.

Kasi Intelijen Joko Suharyanto yang juga merangkap sebagai Humas Kejari Sampang mengungkapkan bahwa kegiatan Bitmakum tersebut merupakan program tahunan yang dilakukan bidang Intelijen sebanyak 6 kali. Diantaranya 3 kali penyuluhan hukum di daerah dan 3 kali penyuluhan hukum jaksa masuk sekolah.

“Untuk tahun ini kami sudah melakukan penyuluhan hukum melalui program Bitmakum di Kecamatan Sampang, Jrengik, dan Omben. Serta 3 lembaga pendidikan tingkat SMA. Untuk kegiatan kali ini kami melakukan terobosan baru dengan bersama-sama organisasi profesi kewartawanan, yakni PWI Sampang. Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana dengan sukses dan lancar. Ke depannya kami akan mengadakan penyuluhan hukum melalui jaksa masuk sekolah yang juga akan melibatkan kembali PWI Sampang,” ungkapnya usai kegiatan, Rabu (08/11/2018).

BACA JUGA :  3 KASUS OTT 2017 TAK JELAS PROSES HUKUMNYA, TIM UPP KEMBALI LAKUKAN OTT BB HANYA 591 RIBU

Untuk kegiatan kali ini, Joko menjelaskan jika materi yang dibahas dan disampaikan tentang hukum sehari-hari seperti narkoba, perlindungan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), undang-undang tipikor, dan juga memaparkan serta menjawab pertanyaan seputar hukum terkait pungutan liar (pungli).

“Kegiatan Bitmakum ini baru pertama kali kami bekerja sama dengan pihak lain. Untuk kali ini kami merangkul PWI Kabupaten Sampang. Sebab, bekerja sama dengan media itu akan bisa lebih mudah dalam penyebar luasan informasi kepada masyarakat. Kalau tanpa adanya pemberitaan dari media, tentunya tidak akan bisa tersebar luas kepada masyarakat umum. Untuk kegiatan kali ini merupakan yang ke 6, yakni terakhir dalam tahun ini. Pada tahun depan tentunya akan ada kegiatan yang sama sebanyak 6 kali kegiatan juga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sampang H Ach Bahri menyatakan terima kasih kepada pihak Kejari Sampang yang telah bekerja sama dengan organisasi profesi kewartawanan yang dipimpinnya tersebut dalam kegiatan penyuluhan dan penerangan hukum tersebut. Menurutnya, dengan merangkul awak media tentunya akan lebih mudah dalam penyebaran informasi kepada masyarakat umum secara luas.

“Kami harap kerja sama seperti ini akan terus terjalin pada kegiatan-kegiatan berikutnya, khususnya pada tahun depan. Kerja sama semacam ini memang sangat perlu dilakukan oleh pihak Kejari Sampang dalam memberikan penyuluhan dan penerangan hukum kepada masyarakat di setiap daerah. Tentunya, dengan merangkul awak media akan lebih mudah dalam penyebaran informasi kepada masyarakat umum secara luas tentang kegiatan Bitmakum ini,” pungkasnya. (msa)

Telah dibaca : 30 kali.