OPS PEKAT, SATPOL PP SAMPANG CIDUK 3 WARIA DAN 2 GADIS

Kabid Perda Satpol PP Kabupaten Sampang Hj Chairijah tengah menginterogasi waria yang terciduk dalam ops pekat, Minggu (09/12/2018) dini hari.

Sampang, Pojok Kiri – Dalam operasi penyakit masyarakat (ops pekat) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang pada Sabtu (08/12/2018) tengah malam hingga Minggu (09/12/2018) dini hari, berhasil menciduk 3 orang wanita-pria (waria) dan 2 orang perempuan yang ditemukan tengah berkeliaran dan nongkrong pada tengah malam di tempat yang sepi.

Aaaaaaaaaa Ops pekat yang dimulai sekitar pukul 23.30 WIB tersebut menerjunkan 11 anggota Satpol PP dengan berkeliling menyisir sejumlah wilayah di sekitar Kecamatan Sampang Kota yang ditengarai rawan dijadikan tempat mesum dan asusila. Hasilnya, sekitar pukul 24.00 WIB 3 orang waria berhasil diciduk, diantaranya MH (28) warga Desa Patarongan Kecamatan Torjun, MI (22) warga Kecamatan Kedungdung, dan MA (22) warga Gili Genting Kabupaten Sumenep.

Selang sekitar setengah jam setelah melakukan penangkapan 3 waria. Satpol PP kembali berhasil mengamankan 2 orang gadis yang terciduk di Taman Adipura Pemkab Sampang, yakni NF (21) warga jalan Pemuda, serta AS (18) tidak memiliki KTP yang mengaku asalnya dari Madiun, bekerja di Cafe Lorensia, dan tinggal di rumah kos Desa Taddan.

Waria dan gadis yang terciduk ops pekat tengah diinterogasi dan dilakukan pendataan di kantor Satpol PP Sampang, Minggu (09/12/2018) dini hari.

Tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sampang nomor 7 tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Pada Bab VIII Tertib Sosial, pasal 28 ayat (1) huruf (f) termaktub bahwa setiap orang atau badan dilarang bertingkah laku dan/atau berbuat asusila di jalan, jalur hijau, taman atau di tempat-tempat umum lainnya.

BACA JUGA :  COMMUNITY TBC-HIV CARE ‘AISYIYAH SSR SAMPANG AJAK MASYARAKAT CEGAH PENYEBARAN PENYAKIT TBC

Kabid Perda Satpol PP Kabupaten Sampang Hj Chairijah mengungkapkan jika dirinya memimpin langsung ops pekat dimaksud dengan menerjunkan 11 pasukannya dengan menyisir sejumlah wilayah yang ditengarai rawan dijadikan tempat mesum dan perbuatan asusila.

“Kami melaksanakan ops pekat sekitar pukul setengah 12 malam, dengan menyisir ke sejumlah wilayah yang rawan dijadikan tempat mesum dan perbuatan asusila. Alhamdulillah kerja kami membuahkan hasil dengan mengamankan 3 orang waria di jalan Makboel, dan 2 orang perempuan di areal taman adipura,” ungkapnya kepada Pojok Kiri, Minggu (09/12/2018) dini hari di ruang kerjanya.

Ia menegaskan jika pihaknya akan tetap giat melaksanakan ops pekat di wilayah hukum Kabupaten Sampang. Sebab, tak sedikit laporan masyarakat yang merasa resah dengan perbuatan asusila yang kerap kali terjadi di sejumlah tempat yang dinilai rawan terjadi praktek perbuatan mesum dan asusila, khususnya di sejumlah tempat remang-remang dan sepi.

“Kami tidak membenci terhadap waria, mereka juga manusia. Tetapi kami harus tetap bertindak tegas menegakkan peraturan yang sudah ada. Sebab, tak sedikit laporan masyarakat kami terima selama ini. Sementara kami lakukan pendataan, tetapi jika nantinya ternyata masih mengulangi kembali perbuatannya, maka kami tidak segan-segan akan memprosesnya secara hukum tindak pidana ringan (tipiring), dengan ancaman kurungan penjara selama 3 bulan atau sanksi denda sebesar Rp50 juta,” pungkasnya dengan tegas. (msa)

Telah dibaca : 33 kali.