MEMPERINGATI HANI 2019, PEMKAB SAMPANG GELAR JJS

Wabup Sampang H Abdullah Hidayat melepas peserta JJS dalam rangka memperingati HANI 2019 di depan Pendopo Trunojoyo Sampang, Jumat (05/07/2019).

Sampang, Pojok Kiri – Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) setiap tahunnya selalu diperingati setiap tanggal 26 Juni. Peringatan itu untuk memperkuat aksi dan kerja sama secara global dalam melawan bahaya narkoba. Selain itu, melalui peringatan HAN dimaksud untuk mengingatkan masyarakat agar menghindari penyalahgunaan narkoba, serta melawan penyalahgunaan dan penjualan obat-obatan terlarang secara ilegal.

Xxxxxxxxxx Lalu, bagaimana sejarahnya tanggal 26 Juni setiap tahunnya ditetapkan sebagai HANI? Penetapan tanggal itu sudah dicanangkan pada 26 Juni tahun 1988 oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Untuk peringatan HANI tahun 2019 di Indonesia sendiri mengusung tema ‘Millenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas’.

Sementara HANI tahun 2019 di Kabupaten Sampang sendiri diperingati melalui kegiatan Jalan Jantung Sehat (JJS) pada Jumat (05/07/2019) pagi dengan start dan finis bertempat di depan Pendopo Trunojoyo Sampang. Dalam kegiatan itu, Bupati Sampang H Slamet Junaidi yang berhalangan hadir diwakili Wabup Sampang H Abdullah Hidayat. Juga tampak hadir jajaran Forkopimda, sejumlah kepala OPD, ibu-ibu TP PKK Kabupaten Sampang, sejumlah undangan, serta masyarakat umum juga mengikuti kegiatan yang memperebutkan puluhan doorprize.

Jajaran Forkopimda Kabupaten Sampang foto bersama sejumlah pemenang undian JJS memperingati HANI 2019 di panggung depan Pendopo Trunojoyo Sampang, Jumat (05/07/2019).

Dalam sambutan Bupati Sampang H Slamet Junaidi yang dibacakan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sampang H Abdullah Hidayat menyebutkan bahwa HANI yang diperingati setiap tahunnya merupakan tonggak komitmen masyarakat global untuk memperkuat aksi dan kerja sama melawan dan menghindari segala bentuk penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

BACA JUGA :  KEPALA DISDIK SAMPANG MENGUNDURKAN DIRI SECARA MENDADAK, INI ALASANNYA

“Pemberantasan narkoba jadi perhatian serius pemerintah. Di Indonesia Presiden kita Joko Widodo sendiri pernah menyatakan bahwa Indonesia dalam situasi gawat narkoba. Sementara di Kabupaten Sampang sendiri untuk jumlah penyalahgunaan narkoba dapat dikatakan tinggi. Sepanjang tahun 2019 ini, hingga bulan Juni tercatat ada 59 kasus dengan 75 orang tersangka, dan ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya, Jumat (05/07/2019) pagi.

Wabup juga mengungkapkan bahwa kegiatan JJS tersebut bisa dimaknai sebagai gerakan nyata dan kolektif untuk melawan narkoba. Barang haram tersebut harus bisa dilawan dengan kebugaran jasmani dan mentalitas yang sehat. Dengan menggiatkan olahraga, salah satunya seperti JJS tentunya turut memasyarakatkan budaya hidup sehat yang jauh dari narkoba.

“Melalui kegiatan ini kita bisa mengajak segenap warga Sampang untuk menyadari betapa bermaknanya hidup sehat yang bebas dari narkotika. Kejahatan narkoba harus kita lawan bersama dengan melibatkan seluruh stakeholder. Dengan begitu, kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba akan terbangun. Kami berharap, semoga masyarakat Sampang khususnya para generasi muda yang menjadi penerus bangsa bisa terhindar dari bentuk penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, mari kita solidkan barisan demi mengampanyekan spirit anti narkoba, dan membudayakan pola hidup sehat serta mentalitas yang positif. Semoga Allah SWT meridai ikhtiar kita semua dalam melawan bahaya narkoba,” pungkasnya. (msa)

Telah dibaca : 62 kali.