UPAYA MENYEJAHTERAKAN MASYARAKAT, PEMKAB SAMPANG GELAR JOB MARKET FAIR 2019

Job Market Fair 2019 di Kabupaten Sampang digelar di BLK Diskumnaker selama 2 hari, 17 hingga 18 Juli 2019.

Sampang, Pojok Kiri – Untuk membantu menyejahterakan masyarakatnya, khususnya upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Sampang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar kegiatan Job Market Fair atau pameran kesempatan kerja 2019 di Kabupaten Sampang. Dalam kegiatan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) selama 2 hari tanggal 17 hingga 18 Juli 2019 itu diikuti oleh 42 perusahaan pencari tenaga kerja. Sebanyak 20 jenis macam jabatan yang dibutuhkan, dengan kebutuhan 2.819 orang tenaga kerja.

Kegiatan dimaksud dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Sampang H Abdullah Hidayat mewakili Bupati Sampang H Slamet Junaidi. Tampak hadir dalam kegiatan itu Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi ketenagakerjaan se Madura, Kepala OPD Kabupaten Sampang, Kepala UPT B2TKI Surabaya, Kepala BNP3TKI Provinsi Jatim, Serta para peserta Job Market Fair 2019 di Kabupaten Sampang.

Wabup Sampang H Abdullah Hidayat saat membacakan sambutan Bupati Sampang pada pembukaan Job Market Fair di BLK Sampang, Rabu (17/07/2019).

Laporan Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kabupaten Sampang Hj Suhartini Kaptiati menyampaikan bahwa digelarnya Job Market Fair tersebut merupakan tujuan umum pembangunan bidang ketenagakerjaan di Kabupaten Sampang adalah untuk membentuk iklim sosial, ekonomi, dan budaya yang mendukung produktivitas tenaga kerja. Sehingga dapat hidup layak, berkualitas dan sejahtera. Sementara dasar pelaksaan Job Market Fair tersebut adalah UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Per Menakertrans RI tentang penempatan tenaga kerja, SE Menakertrans tentang pelaksanaan Job Market Fair dilarang dipungut biaya, DPA Diskumnaker TA 2019.

“Sasaran yang ingin dicapai dalam bidang ketenagakerjaan adalah meningkatnya jumlah tenaga kerja yang produktif dan berkualitas dalam hubungan kerja yang harmonis serta saling menguntungkan. Namun, upaya pencapaian tujuan tersebut tidaklah mudah karena ada beberapa hal permasalahan. Antara lain, adanya ketidak seimbangan antara ketersediaan lapangan pekerjaan dengan kebutuhan tenaga kerja. Baik dari segi kualitas, maupun kuantitas yang dibutuhkan pasar kerja. Dimana jumlah pencari kerja setiap tahun semakin meningkat, sedangkan jumlah lowongan kerja yang tersedia sangat sedikit. Sehingga terjadi kesenjangan dalam penempatan tenaga kerja dan menjadi kendala dalam proses penempatan tenaga kerja,” ujarnya, Rabu (17/07/2019).

BACA JUGA :  PASCA AUDIENSI AMPAO, PJ BUPATI SAMPANG SIDAK KE OMBEN MALAM HARI

Berdasarkan permasalahan tersebut, menurut Suhartini penyelenggaraan Job Market Fair di Kabupaten Sampang merupakan salah satu upaya guna memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak, baik pencari kerja maupun pengguna tenaga kerja.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat pertemuan antara pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja atau perusahaan. Sehingga kedua belah pihak dapat bertemu secara langsung, dan bisa mempercepat proses penempatan pengguna tenaga kerja. Sementara perusahaan dapat menyediakan dan menginformasikan lowongan pekerjaan, serta melakukan seleksi awal untuk mencari calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Sedangkan pencari kerja dapat mengetahui informasi lowongan kerja yang up to date, dan bisa memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya,” paparnya.

Wabup Sampang H Abdullah Hidayat saat mengunjungi salah satu stand perusahaan pencari tenaga kerja.

Wabup Sampang H Abdullah Hidayat saat membacakan sambutan Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengungkapkan bahwa pengangguran menjadi problem klasik, dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sampang mengalami fluktuasi. Pada tahun 2017 lalu, TPT di Sampang sebanyak 2,48 persen, dan itu menunjukkan banyak angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja. Untuk itu, Job Market Fair patut diapresiasi sebagai upaya untuk memfasilitasi para angkatan kerja di Kabupaten Sampang agar dapat mencari dan melamar pekerjaan secara mudah.

“Job Market Fair ini digelar merupakan upaya pemerintah Untuk memberdayakan rakyatnya semaksimal mungkin. Bursa kerja memang bukan satu-satunya solusi menurunkan tingkat pengangguran. Untuk itu dibutuhkan langkah-langkah sistemik mengatasi pengangguran. Saya minta agar para pencari kerja untuk tetap mengikuti alur pendaftaran yang telah ditetapkan oleh panitia. Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam acara bursa kerja ini. Khususnya para perusahaan yang telah membuka rekrutmen,” tutupnya dilanjutkan dengan membuka secara resmi kegiatan Job Market Fair 2019 dimaksud. (msa)

BACA JUGA :  BUPATI CUP SAMPANG 2018 KICAU MANIA DISERBU 1.184 PESERTA DARI BERBAGAI DAERAH

Telah dibaca : 91 kali.