6,7 MILIAR DANA PKH DI SAMPANG NGENDAP, DINSOS TAK BISA BERBUAT APA-APA

MDW saat melakukan audiensi dengan pihak Dinsos Sampang.

Sampang, Pojok Kiri – Dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sampang sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini ada yang masih mengendap di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung hingga mencapai Rp6,7 miliar. Tepatnya Rp 6.794.357.424 untuk 2.411 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sampang.

Terkait permasalahan tersebut, Madura Development Watch (MDW) melakukan audiensi dengan pihak Dinas Sosial (Dinsos) selaku stakeholder yang menangani pendataan penerima bantuan dana untuk keluarga pra sejahtera tersebut. Dalam pertemuan singkat yang dilakukan di aula Dinsos Sampang, Kamis (01/08/2019) itu, pihak MDW mempertanyakan dan meminta penjelasan kepada pihak Dinsos terkait mengentalnya dana PKH yang mencapai Rp6,7 miliar lebih sejak tahun 2017 hingga 2019 ini.

Berdasarkan data yang dikantongi MDW menyebutkan bahwa rincian dari jumlah itu tersebar di kantor cabang dan beberapa unit BRI yang ada di Kabupaten Sampang. Diantaranya BRI Cabang Sampang sebesar Rp 372.407.940 dengan KPM sebanyak 226. Untuk BRI unit Srimangunan sebesar Rp 402.882.142 dengan jumlah 207 KPM. BRI Banyuates sebesar Rp 455.127.226 untuk 164 KPM. BRI Ketapang Rp 3.709.113.324 dengan jumlah KPM 993. BRI Omben Rp 506.756.835 untuk 366 KPM. BRI Pantura Rp 10.431.707 dan BRI Sekar Mulya sebesar Rp 1.292.638.250.

“Yang jelas ada ribuan KPM terdata dengan jumlah dana mencapai Rp6,7 miliar lebih. Tetapi, sejak tahun 2017 hingga saat ini masih mengendap di BRI Sampang. Untuk itu, kami melakukan audiensi dengan pihak Dinsos mempertanyakan terkait permasalahan yang menjadi kendala belum bisa tersalurkannya dana bantuan dari Kementerian Sosial tersebut,” ungkap Ketua MDW Tamsul usai audiensi.

Menurutnya, pihak Dinsos Sampang terkesan melakukan pembiaran terhadap dana bantuan keluarga pra sejahtera itu. Sebab, sejak tahun 2017 hingga saat ini masih belum ada solusi penyelesaian dan mengendap di BRI. Ia juga mempertanyakan upaya apa saja yang telah dilakukan pihak Dinsos bersama BRI Sampang dalam mengatasi permasalahan dimaksud.

BACA JUGA :  SEPASANG KEKASIH TERCIDUK SAAT ASYIK BERDUAAN DI KAMAR KOS PAMEKASAN

“Ternyata selama ini pihak Dinsos dengan BRI Sampang hanya sebatas melakukan koordinasi saja, dan parahnya itu tanpa dihadiri oleh pimpinannya. Kami melihat ada pembiaran dari pihak Dinsos, sebab tidak upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Pihak Dinsos Sampang selama ini hanya melakukan koordinasi saja. Ya hasilnya tidak ada, sehingga dana miliaran rupiah itu mengendap di BRI tanpa tersalurkan kepada KPM,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan kinerja dan peran dari para pendamping PKH yang tersebar mulai dari tingkat desa hingga pusat. Tentunya, jika memang ada permasalahan seharusnya ada upaya penyelesaian. Sehingga dana itu tidak sampai mengendap selama 3 tahun.

“Pendamping PKH itu ada koordinator desa (kordes), koordinator kecamatan (korcam), dan koordinator kabupaten (korkab). Lalu selama ini apa peran serta dan kerja mereka? Kalau memang sejumlah upaya penyelesaian sudah dilakukan, lalu kenapa dana itu mengendap hingga saat ini dan belum tersalurkan? Dalam waktu dekat kami akan melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Sampang agar memfasilitasi pertemuan dengan beberapa pihak yang terkait,” tegas Tamsul.

Sementara itu, Kepala Dinsos Sampang Moh Amiruddin berdalih sudah melakukan berbagai upaya penyelesaian terkait permasalahan dimaksud. Pihaknya sebatas melaporkan kepada Kementerian Sosial adanya temuan yang menjadi kendala tidak bisa dicairkannya dana PKH itu kepada KPM. Ia beralasan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Ada berbagai permasalahan yang menjadi kendala tidak bisa dicairkannya dana bantuan itu. Diantaranya adanya perubahan alamat rumah KPM, dan juga perubahan data identitas kepada ahli warisnya karena penerima yang tercatat sebelumnya meninggal dunia. Jadi yang menentukan dan mencetak kartunya itu langsung dari pusat, sementara kami hanya bisa melaporkannya saja,” tutupnya. (msa)

BACA JUGA :  TAK KUNJUNG TETAPKAN TERSANGKA, MAHASISWA DESAK POLRES USUT KORUPSI GEDUNG DINKES SUMENEP

Telah dibaca : 73 kali.