PEMKAB SUMENEP MENCANANGKAN KAMPUNG IB

Bupati Sumenep A Busyro Karim (kalung melati) bersama Kepala DPKP Provinsi Jatim Wemmi Niamawati (kalung melati) dalam pencanangan kampung inseminasi buatan di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Selasa (06/08/2019).

Sumenep, Pojok Kiri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan mengadakan acara pencanangan kampung Inseminasi Buatan (IB) yang digelar di Lapangan Kecamatan Guluk-guluk, Selasa (06/07/2019).

Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jatim Wemmi Niamawati MMA, Bupati A Busyro Karim, Forpimda lainnya serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Sumenep.

Dalam Sambutannya, A Busyro Karim menyampaikan apresiasi kepada DPKP Kabupaten Sumenep yang sudah menyiapkan acara dengan baik. “Atas nama Pemkab Sumenep saya menyampaikan terima kasih,” ucapnya, Selasa (06/08/2019).

Busyro menuturkan bahwa kampung IB tersebut adalah salah satu bagian dari upaya meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak. Sehingga dapat menghasilkan keturunan dari bibit pejantan unggul sekaligus dapat  menyukseskan program swasembada daging.

Sedangkan IB di Sumenep sudah dimulai sejak tahun 1992 di pulau Sapudi. Namun, progresnya kurang memuaskan karena berbagai kendala. Pertama, kultur budaya masyarakat Madura yang belum totalitas mau menerima IB. Kedua, kurang kesadaran masyarakat akan pentingnya IB, karena belum berorientasi agribisnis. Ketiga, persaingan dengan pejantan kawin alam.

“Tahun 2019 ini, program kampung IB dilaksanakan di 8 desa yang tersebar di 4 kecamatan. Yakni Kecamatan Guluk-guluk, Ganding, Lenteng dan Dungkek. Nantinya pada tahun 2020 wilayah kampung di Kecamatan Guluk-guluk, Ganding dan Lenteng akan kami tetapkan sebagai wilayah sumber bibit sapi Madura, dan 3 kecamatan itu akan disingkat luganteng. Hal ini merupakan inovasi pemerintah Kabupaten Sumenep dalam melestarikan plasma nuftah sapi Madura. Agar tidak tergerus maraknya sapi-sapi non lokal,” tuturnya.

Bupati juga berharap terobosan dimaksud bisa dimanfaatkan masyarakat agar produktivitas ternak semakin tinggi. Apabila potensi peternakan di Sumenep terus digali, maka akan semakin banyak memberi kontribusi positif bagi kesejahteraan peternak.

BACA JUGA :  KETUA DPRD SAMPANG DATANGI PAMERAN KPS, BUPATI BELUM SEMPAT

“Saya yakin populasi ternak sapi di sumenep akan terus meningkat. Bahkan bisa mencapai diatas 400 ribu ekor. Keberhasilan IB ini juga sangat ditentukan oleh kinerja inseminator selaku petugas kawin suntik dan peternak,” harapnya.

Selain itu, orang nomer satu di Sumenep tersebut juga berharap para inseminator di kabupaten Sumenep bekerja lebih giat lagi agar keberhasilan program IB lebih meningkat. Saat ini di Sumenep memang masih terkendala minimnya para inseminator.

“Jumlah inseminator di Sumenep saat ini hanya ada 32 orang, yang terdiri dari 5 PNS dan 27 non PNS. Jika dibagi rata-rata hanya ada satu insemintor di setiap kecamatan. Seharusnya, agar lebih maksimal jumlah inseminatornya minimal ada 5 orang untuk setiap kecamatan,” pungkasnya. (adv/adi/msa)

Telah dibaca : 38 kali.