KPS KEMBALI BERPAMERAN, KALI INI MENAMPILKAN KARYA SENI INSTALASI

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo tengah melihat-lihat karya seni instalasi di GK, Selasa (17/07/2018). (Foto: Ardi)

Sampang, Pojok Kiri – Setelah istirahat menggelar pameran selama 3 bulan karena memasuki bulan puasa dan juga digelarnya Pilkada serentak 2018. Kini, Komunitas Perupa Sampang (KPS) kembali berpameran, dan tidak lagi seperti biasanya memamerkan karya seni lukis. Kali ini, KPS menggelar pameran seni instalasi di tempat seperti biasanya, Gedung Kesenian (GK) Wijaya Kusuma, Kabupaten Sampang.

Pada pembukaan pameran, Selasa (17/07/2018) malam tampak hadir Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang Aji Waluyo didampingi Kasi Kebudayaan Moh Mahdi. Sementara, Pj Bupati Sampang H Jonathan Judianto tidak bisa hadir karena tengah berada di Jakarta. Sejumlah seniman asal Kabupaten Pamekasan dan Sumenep juga turut menghadiri pembukaan pameran tersebut.

Dalam pameran tersebut menampilkan berbagai seni instalasi yang memiliki makna tersendiri hasil karya 11 seniman KPS, diantaranya Chairil Alwan, Hardi W, Joenaidi, Fahruz, Fajar Bombay, Bambang, Hendrik, Apek, Sanusi, Hayat, dan Kuntet Dilaga.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo tengah melihat-lihat karya seni instalasi di GK, Selasa (17/07/2018). (Foto: Ardi)

Ketua KPS Chairil Alwan dalam sambutannya menyampaikan bahwa KPS sejauh ini menggelar pameran di GK sudah hampir 14 bulan. Sementara dalam tahun 2018 ini sudah mengadakan 4 kali pameran di gedung yang sama. Tetapi, sesuai jadwal yang sudah terpampang di GK, menurutnya KPS sendiri akan berpameran hingga tutup tahun 2018, bulan Desember.

“Mudah-mudahan KPS bisa menepati janjinya dengan berpameran sesuai agenda yang telah tertulis selama 1 tahun ini. Untuk itu, kami mohon bantuan doa dan dukungan moril, serta dukungan kehadirannya kami sampaikan terima kasih. Karena hadirnya bapak ibu pada malam hari ini adalah wujud dukungan kepada kami. Memang kita akui bersama bahwa sulit mengundang banyak orang untuk bisa hadir pada acara pameran khususnya pameran seni rupa, dan ini tidak hanya berlaku di Kabupaten Sampang saja, tetapi di semua wilayah hampir sama. Ini bisa menjadi tolak ukur bahwa kita manusia masih banyak yang kurang paham tentang apa hakikat daripada seni. Seandainya masing-masing orang mengetahui hakikatnya, saya yakin banyak orang yang akan hadir di tempat ini, khususnya dalam dunia seni rupa,” ungkapnya, Selasa (17/07/2018) malam.

Menurut guru kesenian MAN 1 Sampang tersebut, minimnya masyarakat yang menghadiri dan melihat karya seni rupa merupakan sebuah PR bagi KPS. Bagaimana caranya untuk menarik minat masyarakat, khususnya di Kabupaten Sampang bisa memulai keinginan memahami hakikat dari dunia seni, khususnya seni rupa. Sebab, menurutnya seni merupakan pemersatu sebuah perbedaan, dan di dalam dunia seni rupa perbedaan itu menjadi sebuah kenikmatan dan inspirasi.

“Kita bisa lihat bersama karya seni instalasi yang dipamerkan nanti. Di dalam karya yang ditampilkan ada diantaranya yang menceritakan sebuah kehidupan, dan diantaranya ada juga yang menjadi sumber inspirasi sebuah perbedaan. Jadi berkarya seni rupa itu ada kenikmatan tersendiri, karena bisa menyatukan perbedaan itu. Bisa mengambil hikmah dari sebuah pertentangan, dan mungkin saja pameran hari ini bisa dipersembahkan, khususnya bagi pemenang di Pilkada kemarin bahwa KPS ada dan tetap ekses berkarya. Meskipun kami belum sempat mengundang, mudah-mudahan bahasa kami ini bisa didengar,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang Aji Waluyo juga dalam sambutannya berharap agar pameran seni rupa melalui karya seni instalasi yang dipamerkan KPS bisa menjadi sebuah inspirasi semua orang agar ke depannya para pelaku seni dapat tumbuh berkembang, dan tidak hanya terbatas pada seni rupa saja, tetapi seluruh bidang kesenian yang ada.

“Kegiatan yang telah dilakukan rekan-rekan perupa, khususnya yang tergabung dalam KPS ini sangat kami apresiasi. Agar semangat para perupa ini semakin besar, maka dalam waktu dekat gedung ini akan segera kami renovasi. Kami berharap dari pihak KPS yang aktif memanfaatkan GK ini turut memantau untuk mengawasi proses rehabilitasi interior gedung ini nantinya. Meskipun nilainya tidak terlalu besar, tetapi mari kita manfaatkan sebaik-baiknya. Dalam kesempatan ini, kami juga menyampaikan terima kasih kepada seniman dari Kabupaten Pamekasan dan Sumenep yang telah hadir dalam pembukaan pameran ini. Memang, menghadiri undangan kegiatan kesenian seperti ini akan sulit untuk datang jika tidak didasari dari hati nurani. Sebenarnya, bapak Bupati ingin menghadiri pembukaan pameran ini, tetapi beliau menitipkan permohonan maaf tidak bisa hadir, karena sedang ada kegiatan di Jakarta,” pungkasnya. (msa)

BACA JUGA :  BUPATI SAMPANG BUKA PAMERAN PEMBANGUNAN, INI HARAPANNYA
Telah dibaca : 44 kali.