SIAPA YANG TANGKAP JARINGAN NARKOBA MALAYSIA-SOKOBANAH? INFO KEPOLISIAN SIMPANG SIUR

Helikopter saat akan mendarat di tanah lapang Desa Sokobanah Daya sebelum melakukan penangkapan, Selasa (23/07/2019).

Sampang, Pojok Kiri – Penangkapan penerima barang paket dari Malaysia berisi narkoba yang informasinya seberat 3 kilogram di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang pada Selasa (23/07/2019) siang itu ternyata belum menemukan titik terang dari satuan petugas (satgas) Kepolisian mana sebenarnya yang melakukan penangkapan. Dalam giat itu menerjunkan 1 helikopter dan 6 mobil mewah serta persenjataan lengkap.

Koran Pojok Kiri mencoba menghimpun dari berbagai sumber, namun masih belum menemukan titik terang satgas kepolisian mana sebenarnya yang telah melakukan penangkapan di wilayah hukum Kabupaten Sampang itu. Info yang dikumpulkan koran ini dari beberapa sumber kepolisian ternyata masih simpang siur.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim) Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada Pojok Kiri menegaskan jika penangkapan jaringan narkoba di Kecamatan Sokobanah itu bukan dari satgas Polda Jatim.

“Yang melakukan penangkapan itu bukan dari Polda Jatim, tetapi Polda Sulawesi Selatan. Khusus untuk kasus Narkoba, dimanapun itu wilayahnya tidak mengenal yang namanya Locus Delicti (tempat terjadinya tindak pidana). Jadi satgas mana pun boleh melakukan penangkapan jika mengetahui informasi peredaran narkoba itu,” katanya dengan tegas, Jumat (26/07/2019).

Saat diminta tanggapan terkait pernyataan Kepala BNNP Jatim menyatakan yang melakukan penangkapan itu antara Polrestabes Surabaya atau Polsek Tanjung Perak. Dengan nada sedikit emosi ia kembali menegaskan bahwa bukan dari jajaran Polda Jatim yang melakukan penangkapan itu.

“Lah, kok ngotot sih? Kalau kamu ngotot tanya saja sana sama Polrestabes atau Polres Tanjung Perak. Yang jelas bukan dari Polda Jatim. Yang nangkap itu Polda Sulawesi Selatan,” tegasnya dari balik selulernya.

Sementara itu, Kepala BNNP Jatim Brigjend Pol Bambang Priyambadha saat dikonfirmasi kembali menyatakan jika pihaknya masih belum mengetahui secara pasti satgas kepolisian mana yang melakukan penangkapan itu. Dirinya beralasan karena belum menerima laporan terkait adanya penangkapan jaringan narkoba internasional di Kecamatan Sokobanah, Sampang.

BACA JUGA :  BUDAK SABU ASAL KEPAJIN SUMENEP DIBEKUK POLISI

“Makanya, kemarin saya suruh cek ke Polrestabes Surabaya atau Polsek Tanjung Perak. Kalau setelah dikroscek disitu menyatakan Polda Sulawesi Selatan ya sudah, berarti itu. Karena saya hanya dengar informasi ada penangkapan itu saja. Coba saja tanya ke pihak Polres Sampang saja mungkin tahu. Sebenarnya, hari Selasa kemarin saya ke Sampang untuk rapat koordinasi dengan Bakesbangpol Sampang terkait penyuluhan Narkoba. Kemudian ke Polres Sampang, tetapi Kapolres dan Waka sedang keluar. Karena saya ada kegiatan lain, ya balik kanan. Saya di Sampang itu mulai pagi sampai jam 3 sore, tetapi saya tidak tahu kalau ada penangkapan itu. Yang jelas itu bukan pihak BNN,” jelas Perwira Tinggi (Pati) Polri dengan satu bintang di pundaknya tersebut.

Namun sayangnya, saat Koran ini berupaya menghubungi beberapa kali nomor seluler Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto tidak merespons meski terdengar nada sambungnya. Begitu juga saat menanyakan ke pihak Polres Sampang tidak mendapatkan jawaban pasti. Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman belum merespon pesan WA Pojok Kiri. Sementara KBO Satresnarkoba Polres Sampang Iptu Edi Eko Purnomo mengaku kurang paham terkait satgas yang melakukan penangkapan di wilayah hukumnya. (msa)

Telah dibaca : 126 kali.