DUGAAN KETERLIBATAN 3 OKNUM ANGGOTA POLRES SAMPANG, INI KATA KAPOLRES TANJUNG PERAK

Pengungkapan 50 kilogram narkoba jaringan Sokobanah saat dirilis di Polres Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (31/08/2019). (Foto IST)

Surabaya, Pojok Kiri – Dugaan 3 anggota Polres Sampang dalam keterkaitan dengan jaringan narkoba Sokobanah, melalui Informasi yang dihimpun Koran Pojok Kiri dari internal Polres Sampang menyebutkan bahwa 3 orang bintara anggota Polres Sampang itu diduga kuat ada kaitannya dengan penangkapan jaringan narkoba internasional di Kecamatan Sokobanah itu. Ketiga bintara yang diamankan terseebut, diantaranya Aipda S dan Brigpol E yang merupakan anggota Polsek Sokobanah, serta Brigpol W anggota Sabhara Polres Sampang. Informasi dari internal Polres Sampang mengatakan jika ketiganya dibawa ke Polres Tanjung Perak Surabaya.

“Ketiga anggota itu ditangkap di tempat dan waktu terpisah. Untuk Aipda S dan Brigpol E ditangkap pada hari Rabu (24/07/2019) di Kecamatan Sokobanah. Sementara Brigpol W sendiri ditangkap oleh Propam Polres Sampang pada Kamis (25/07/2019) malam dan diserahkan menjadi satu dengan 2 anggota lainnya itu,” ujar informan Pojok Kiri yang sengaja dirasakan identitasnya tersebut, Jumat (26/07/2019) lalu.

Menanggapi Hal itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto belum bisa memastikan tiga oknum tersebut terlibut apa belum. Sebab pihaknya masih menyelidiki apa peran ketiga oknum tersebut. Sebab, dari rangkaian pengungkapan jaringan narkoba ini melibatkan banyak orang. “Masih kita dalami, kita belum bisa pastikan terlibat apa tidak,” kata Agus.

Dikatakan Agus jika berbagai profesi juga terlibat dalam jaringan narkoba di Sokobanah itu. Mulai dari klebun, BPD juga terindikasi terlibat, bahkan di Surga bagi budak narkoba ini menjadikan Mushola sebagai tempat nyabu. “Kalau ada keterlibatan anggota, 60 sampai 70 persen saya pastikan ada. Entah itu memakai, atau hanya positif saja kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Yang pasti itu di tangani Polda langsung,” jelas Agus.

Bahkan, Agus sempat mendapat tawaran uang yang nilanya hingga Miliyaran rupiah agar kasus tersebut tidak merambah ke atas. “Kami sempat ada tawaran dari beberapa Oknum uang sebanyak dua Ember (Miliar). Itu agar kami tidak menangkap orang yang diatasnya. Pointnya adalah, jaringan ini sangat besar, karena di atasnya berani menutup kami dengan uang sebanya itu,” tutup Agus.

BACA JUGA :  SABU 1KG JARINGAN MALAYSIA-SOKOBANAH BERHASIL DIUNGKAP POLSEK SOKOBANAH

Puluhan kilo sabu tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dibakar dalam mesin yang dilakukan langsung oleh Forkompimda Jatim, Rabu (31/7/2019) di halaman Polres Tanjung Perak. (jem/msa)

Telah dibaca : 73 kali.