SATGAS HANTU DITRESNARKOBA POLDA JATIM UNGKAP 50 KG NARKOBA JARINGAN SOKOBANAH

Pers Rilis 50 kilogram narkoba jaringan Sokobanah yang berhasil diungkap Satgas Hantu Ditresnarkoba Polda di Polres Tanjung Perak, Rabu (31/07/2019). (Foto IST)

Surabaya, Pojok Kiri – Satgas Hantu Ditresnarkoba Polda Jawa Timur berhasil membongkar penyelundupan Narkoba jaringan Internasional di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura. Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti narkoba sebesar 50 kilogram Narkoba jenis Sabu. Barang bukti tersebut merupakan hasil ungkap kasus yang dilakukan jajaran Polda Jatim selama enam bulan. Yakni, sejak bulan Februari 2019.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, mengatakan, selain puluhan barang bukti, Satgas Narkoba yang terdiri dari Ditresnarkoba Polda Jatim, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Satresnarkoba Polres Bangkalan, Satresnarkoba Polres Sampang, TNI dan juga petugas Bea Cukai ini juga mengamankan 4 laki-laki dan satu perempuan. Dari empat pelaku tersebut yakni Samsul Hadi (42) dan Niatun, warga Dusun Gunung Kesan Desa Temberu Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang Madura.

“Ini adalah hasil dari pengembangan dan penangkapan yang dilakukan oleh bea cukai. Setelah sebelumnya beberapa kali menangkap masuknya narkoba melalui jalur laut dan udara,” ungkap Luki Hermawan, Rabu (31/07/2019) di Pelabuhan Tanjung Perak.

Masih kata Luki, pengungkapan tersebut dilakukan dari bulan Februari 2019 lalu. Namun, ia baru merilis lantaran ada keterkaitan jaringan narkoba internasional. Ia menyampaikan, jika barang tersebut berasal dari Malaysia masuk ke Pontianak dan Riau melalui jalur laut, darat, dan udara ke Surabaya dilanjutkan ke Sokobanah, Madura. “Dari situ, baru disebar ke seluruh Indonesia diantaranya ke Jakarta, Papua dan wilayah lainnya,” tambah Luki.

Tak hanya itu, selama ia menjabat sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara Jawa Timur. Sudah ada lebih dari 80 kilogram sabu yang digagalkan peredarannya.

“Dari bulan September 2018, sudah ada sekitar 87 kilogram. Dan yang paling terakhir kemarin yang diungkap oleh jajaran Direktorat (Reserse) narkoba. Modusnya disembunyikan dalam cat. Dimasukkan ke dalam tong yang berisi cat,” pungkas Luki. (jem/msa)

BACA JUGA :  TENAGA MEDIS PUSKESMAS KARANG PENANG KERACUNAN MASSAL, DINKES SAMPANG ANGGAP KEJADIAN BIASA

Telah dibaca : 56 kali.