PELANTIKAN DPRD SAMPANG, KADER PAN DIDUGA BAWA ISTRI ORANG

Anggota DPRD Kabupaten Sampang MF bersama perempuan A saat pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Sampang, Minggu (25/08/2019) lalu.

Sampang, Pojok Kiri – Seorang legislatif seharusnya bisa mematuhi norma-norma kesusilaan serta peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia ini. Namun, hal tersebut tampaknya diabaikan oleh salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Sampang yang baru saja resmi dilantik pada Minggu (25/08/2019) lalu.

Seorang anggota DPRD Kabupaten Sampang inisial MF dari Partai Amanat Nasional (PAN) diduga kuat telah mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, serta mengesampingkan norma-norma kesusilaan. Pasalnya, MF saat pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Sampang membawa pendamping seorang perempuan yang statusnya masih istri orang lain. Karena hingga saat ini proses perceraian perempuan inisial A itu dengan suaminya inisial SA masih belum ada putusan dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Sampang dengan nomor perkara 0807/Pdt.G/2019/PA.Spg tanggal register 24 Juli 2019.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Pada Pasal 34 ayat (1) termaktub bahwa Putusan mengenai gugatan perceraian diucapkan dalam sidang terbuka. Pada pasal (2) berbunyi bahwa Suatu perceraian dianggap terjadi beserta segala akibat-akibatnya terhitung sejak saat pendaftarannya pada daftar pencatatan kantor pencatatan oleh Pegawai Pencatat, kecuali bagi mereka yang beragama Islam terhitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Jadi bisa disimpulkan, selama belum jatuh putusan PA maka sepasang suami istri belum resmi bercerai.

Fotocopy buku nikah SA dan A yang masih belum resmi bercerai.

Menurut praktisi hukum perkawinan Dr Cand Qadar Maufirah SH.i MH menyatakan jika hubungan sepasang suami istri itu yang tercatat dalam buku nikah, dan selama masih belum ada putusan dari PA maka masih sah hubungan suami istri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebab, dalam proses perkara perceraian itu ada 2 kemungkinan, bisa dibatalkan permohonan cerainya atau bisa diterima. Jadi sebelum diterbitkannya akta cerai berdasarkan keputusan PA, maka kedua pasangan itu masih resmi dan sah sebagai suami istri. Sekalipun secara hukum agama Islam sudah bercerai.

BACA JUGA :  FOTO MESRA YANG DIDUGA KASATRESKRIM SAMPANG DENGAN WANITA MUDA BEREDAR DI DUNIA MAYA

“Jika seorang perempuan yang masih belum resmi bercerai dan selama belum dibatalkan oleh PA dengan diterbitkannya akta cerai, maka menurut hukum negara yang diatur dalam Undang-undang nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan itu masih sah sebagai suami istri sesuai buku nikahnya. Jika seorang perempuan itu belum resmi bercerai tetapi dibawa oleh pejabat publik dalam acara resmi kenegaraan, maka itu bagian dari sebuah etika pribadi. Jadi, etika seorang pejabat publik itu ketika mengesampingkan peraturan dan perundang-undangan. Artinya dia sebagai pejabat publik sudah tidak mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” ujar pengacara yang biasa menangani perkara perceraian tersebut, Rabu (28/08/2019).

Terpisah, Ketua DPD PAN Sampang Moh Yanto mengakui jika memang benar MF itu kader partainya. Namun dirinya menyatakan masih belum mengetahui secara pasti permasalahannya. Sehingga dirinya belum bisa memberikan keterangan saat dikonfirmasi oleh Pojok Kiri, Rabu (28/08/2019) sore melalui nomor pribadinya.

“Saya masih belum mengetahui permasalahan sebenarnya itu seperti apa. Karena hingga saat ini saya masih belum bertemu dengan yang bersangkutan. Rencananya siang tadi saya akan bertemu, tetapi ditunda besok. Jadi untuk sementara ini saya mohon maaf masih belum bisa memberikan keterangan. Karena saya masih perlu klarifikasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Nantinya seperti apa perkembangannya, tentunya saya akan sebijaksana mungkin akan melakukan mediasi antara kedua belah pihak agar tidak ada ketimpangan,” tutupnya. (msa)

Telah dibaca : 60 kali.