KEMENAG SUMENEP TEPIS DUGAAN PUNGLI PENDAFTARAN PORSENI MTs

Kantor Kemenag Sumenep.

Sumenep, Pojok Kiri – Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menepis adanya kabar dugaan pungutan liar (Pungli) pada Gelaran Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) 2019 di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) se Kabupaten setempat.

Pasalnya, berhembus kabar jika pada kegiatan PORSENI tingkat MTs diketahui sekolah dipungut biaya hingga 500 ribu rupiah. Padahal dalam Term Of Reference (TOR) PORSENI MTs Jawa Timur peserta hanya dibebankan biaya 180 ribu rupiah.

Namun, melaui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, Moh. Tawil menepis adanya dugaan pungli tersebut. Pihaknya tudak membenarkan jika dalam penarikan uang pendaftaran ada pungli. Sebab, menurutnya, pendaftaran Rp 500 merupakan target minimal masing-masing sekolah untuk mendaftarkan siswanya.

“Tidak benar itu. Yang benar itu masing-masing 75 ribu rupiah per peserta. Tergantung sekolah mau mengirim berapa orang, cuma ada target minimal. Kalo MTs itu minimal senilai 500,” katanya. Saat dikonfirmasi, Senin (02/09/2019).

Kendati demikian, target Rp 500 itu dilahirkan oleh kesepakatan dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Sebab, pihak Kemenag tidak membatasi sekolah untuk mengirimkan siswanya, asalkan batas minimalnya mencapai 500 ribu rupiah per lembaga.

“Kita tidak membatasi asalkan batas minimalnya terpenuhi. Sekolah bisa saja mengirimkan sampi 20 perserta, karena ada 11 cabang olah raga dan seni yang dilombakan,” tambahnya.

Untuk diketahui, jumlah MTs di Bumi Sumekar ini, ada sekitar 300 lembaga. Sedangkan Pelaksanaan PORSENI MTs Tingkat MTs sendiri sudah dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus lalu. Daeri hasil kejuaraan tersebut akan dikirim ke gelaran PORSENI tingkat Provinsi  Jawa Timur, pada tanggal 22 hingga 25 Oktober 2019 mendatang. (adi/msa)

BACA JUGA :  KABUPATEN SAMPANG KINI TERLEPAS DARI PREDIKAT DAERAH TERTINGGAL
Telah dibaca : 12 kali.