TENAGA MEDIS PUSKESMAS KARANG PENANG KERACUNAN MASSAL, DINKES SAMPANG ANGGAP KEJADIAN BIASA

Anggota Satreskrim Polres Sampang (kanan) saat turun ke Puskesmas Karang Penang mengumpulkan keterangan dan BB kejadian keracunan massal, Rabu (11/09/2019).

Sampang, Pojok Kiri – Hajatan perpisahan salah satu tenaga medis Puskesmas Karang Penang pada Senin (09/09/2019) sekitar pukul 10.30 WIB hingga 13.00 WIB bertempat di aula Puskesmas tersebut ternyata memakan korban akibat keracunan massal. Sebagian besar korban merupakan tenaga medis dan staf Puskesmas tersebut. Padahal, instansi kesehatan seharusnya bisa menentukan konsumsi yang sehat sehingga bisa terhindar dari kejadian dimaksud.

Selang 2 hari pasca hajatan dimaksud, korban terus bertambah. Ironisnya, pihak Dinkes Sampang ternyata memandang kejadian keracunan massal tersebut hanya hal kecil. Diduga, penyebab terjadinya keracunan massal berasal dari nasi kotak yang menjadi menu konsumsi dalam hajatan dimaksud.

Foto bersama usai acara perpisahan salah satu tenaga medis yang memasuki masa pensiun di Puskesmas Karang Penang, Senin (09/09/2019).

Informasi yang dikorek dari internal Puskesmas Karang Penang sendiri membenarkan bahwa pasca hajatan Senin (09/09/2019) lalu itu ternyata banyak yang tumbang keracunan makanan setelah mengonsumsi nasi kotak. Tak sedikit korban keracunan massal tersebut yang jumlahnya mencapai 25 orang. Bahkan hingga 2 hari pasca hajatan masih terus bertambah jumlah tenaga medis dan staf Puskesmas Karang Penang beserta keluarganya yang mengonsumsi nasi kotak menjadi korban. Ia juga menceritakan jika nasi kotak yang diduga menjadi penyebab terjadinya keracunan itu berasal dari salah satu katering di Sampang yang di koordinir salah satu staf Puskesmas dimaksud.

“Alhamdulillah saya sendiri selamat, karena waktu itu nasi kotak yang menjadi konsumsi tidak saya makan. Pada malam harinya saya mendapatkan kabar bahwa ada beberapa yang mengalami gejala panas, pusing, mual, hingga perutnya sakit, dan diare. Ternyata besoknya, hingga Rabu ini jumlah yang merasa keracunan terus bertambah. Akibat kejadian tersebut, banyak korban yang menjalani perawatan medis di Puskesmas Karang Penang sendiri, dan ada juga yang dibawa ke klinik wilayah Pamekasan karena penuh,” ungkap salah satu staf Puskesmas Karang Penang yang enggan disebutkan identitasnya, Rabu (11/09/2019).

BACA JUGA :  MINTA DIANGKAT MENJADI PNS, FHK2I PAMEKASAN SERBU KANTOR BUPATI

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, dirinya terkesan menganggap keracunan massal itu merupakan kejadian kecil. Padahal tak sedikit korban yang menimpa para tenaga medis dan staf Puskesmas Karang Penang, yang bisa mengganggu pelayanan kesehatan di Puskesmas dimaksud.

“Itu kejadiannya dua hari yang lalu kok. Memang saat itu ada acara, dan dilanjutkan dengan makan-makan. Setelah itu ada yang terkena diare, jadi biasalah, dan itu sudah selesai. Informasi dari Kepala Puskesmasnya itu tidak masalah hanya diare biasa yang diakibatkan karena pola makan yang tidak bagus. Kemungkinan ada staf di sana yang merasa tidak suka sehingga dibesar-besarkan kejadian itu. Untuk lebih jelasnya nanti akan saya kroscek kembali kepada Kepala Puskesmasnya,” dalihnya.

Sayangnya, Kepala Puskesmas Karang Penang Hartono dan Kasatreskrim Polres Sampang AKP Subiyantana tidak merespons panggilan Pojok Kiri meski terdengar nada sambungnya. Begitu juga saat berupaya melakukan konfirmasi kepada KBO Satreskrim Ipda Slamet enggan memberikan keterangan dengan alasan belum mendapatkan laporan dari anggotanya. (msa)

Telah dibaca : 28 kali.