ANGGOTA DPRD SUMENEP MINTA PEMKAB SEGERA SELESAIKAN PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT DI KEPULAUAN

Kantor DPRD Kabupaten Sumenep (atas), Dul Siam Anggota DPRD dari Kepulauan (kiri bawah), Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumenep, Moh Nur Insan (kanan bawah).

Sumenep, Pojok Kiri – Impian masyarakat kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk memiliki rumah sakit sendiri tampaknya masih jauh dari kenyataan. Pasalnya, pembangunan rumah sakit yang menjadi impian masyarakat kepulauan tersebut harus terhenti karena kontraktor pelaksana diputus kontrak.

Pembangunan rumah sakit di kepulauan itu sudah di bangun pada tahun 2018 lalu dengan anggaran Rp 4,6 miliar di Desa Pabian, Kecamatan Arjasa. Namun pada pelaksanaannya, pembangunan tersebut harus dihentikan karena pemegang kontrak tidak bisa menyelesaikan pembangunan sesuai waktu yang ditentukan.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Dulsiam. Menurutnya, mangkraknya pembangunan rumah sakit ini telah menghancurkan harapan masyarakat untuk memiliki rumah sakit yang layak. Padahal rumah sakit yang direncanakan akan beroperasi di tahun 2020.

“Sebagai wakil dari warga kepulauan kita sangat menyayangkan dan menyesalkan mangkraknya pembangunan itu. Padahal itu sudah menjadi dambaan warga kepulauan untuk memiliki rumah sakit sendiri,” kata Dulsiam, Selasa (17/09/2019).

Politisi dari PKB itu mengaku sudah mendukung upaya Pemkab Sumenep dengan memperjuangkan anggaran di legislatif untuk pembangunan rumah sakit. Namun kenyataan dilapangan tidak sesuai harapan.

“Itu kan anggaran pembangunan awal pada tahun 2018 nilainya 4,6 miliar rupiah. Selain itu sebenarnya ada anggaran lagi tahun ini untuk pembangunan lanjutan sekitar 20 miliar rupiah karena itu targetnya tahun 2020 sudah beroperasi,” ujarnya.

Oleh sebab itu, atas nama masyarakat kepulauan, pihaknya mendesak Pemkab Sumenep, dalam hal ini Dinas Kesehatan selaku pengguna anggaran untuk segera melanjutkan pembangunan fisik dari rumah sakit.

“Kita mendesak Pemkab untuk segera melanjutkan pembangunan fisiknya. Karena masyarakat kepulauan saat ini sangat membutuhkan keberadaan rumah sakit itu,” tegasnya.

BACA JUGA :  BUPATI SAMPANG DUKUNG PENUH PEMBANGUNAN WALL CLIMBING FPTI SAMPANG

Sementara, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumenep, Moh. Nur Insan, menyatakan akan segera melanjutkan proses pembangunanya. Saat ini Dinkes sudah memulai tahapan lelang lanjutan pekerjaan yang sempat diputus kontrak.

Bahkan pihaknya sudah meminta pendampingan ke TP4D untuk proses lelang lanjutan. Bahkan pihaknya sudah mengajukan surat dan sudah selesai pemaparan rencana pekerjaan.

“InsyaAllah dalam minggu ini tayang di ULP untuk dilakukan lelang,” katanya saat dikonfirmasi dikantornya. Selasa (17/09/2019).

Menurut Nur Insan, pihaknya melakukan perencanaan ulang dan lelang ulang lanjutan pekerjaan yang diputus kontrak, kemungkinan pada bulan oktober bulan depan sudah akan ada pemenan. Pihaknya melakukan perencanaan ulang dalam rangka penyesuaian karena dimungkinkan ada kenaikan harga.

Sementara untuk lama pekerjaan berdasarkan keterangan konsultan perencana yang diterima Dinkes, kemungkinan akan selesai dalam 1,5 bulan. Saat ini pekerjaannya hanya tinggal pemasangan kusen, kaca dan atap plafon, sementara pekerjaan lainnya sudah selesai.

“Jadi pada bulan Desember 2019, pekerjaan fisik untuk poli dan UGD rumah sakit kepulauan sudah selesai,” tukasnya. (adi/msa)

Telah dibaca : 7 kali.