24 WARGA SAMPANG KORBAN KONFLIK SOSIAL WAMENA PAPUA TIBA DENGAN SELAMAT

(dari kanan). Wakapolres Sampang Kompol Suhartono bersama Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Ary Syahrial, disaksikan petugas Tagana Heri tengah melakukan pendataan warga yang datang.

Mereka Berharap Pemerintah Memberikan Lahan Pekerjaan atau Modal untuk Usaha.

Sampang, Pojok Kiri – Para pendatang korban konflik sosial di Kota Wamena Provinsi Papua diungsikan dan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Untuk Kabupaten Sampang sendiri pada gelombang pertama pemulangan wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terdata ada 34 orang. Namun yang datang ke Sampang hanya 24 orang, sementara 10 orang lainnya dijemput keluarganya masing-masing saat tiba di Surabaya.

Dari 24 orang yang tiba di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sampang diantaranya berasal dari Kecamatan Omben 14 orang, Desa Taman Sareh Kecamatan Sampang ada 8 orang, dan asal Desa Plakaran Kecamatan Jrengik ada 2 orang. Setelah diterima pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) Sampang dan dilakukan pendataan. Para pengungsi dimaksud langsung dipulangkan ke alamatnya masing-masing yang dituju.

Salah satu korban konflik Abd Rahman menceritakan jika peristiwa konflik sosial yang terjadi di Kota Wamena Provinsi Papua sangat mencekam. Hampir seluruh rumah warga pendatang yang mengais rezeki di Kota Wamena itu rata-rata dibakar. Sehingga memaksa dirinya beserta keluarganya untuk lari ke pengungsian agar bisa dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

“Alhamdulillah kami bersama yang lain ini bisa tiba di kampung halaman dengan aman dan sehat. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelamatkan dan memantu kami hingga pulang ke rumah masing-masing. Atas kejadian ini, Kami berharap kepada pihak pemerintah, khususnya Pemkab Sampang agar mau membantu kami memberikan lahan pekerjaan atau modal untuk kami membuka usaha. Yang jelas kami tidak akan mau kembali ke Papua lagi,” paparnya.

Hasanah, salah satu warga Kecamatan Omben Sampang yang menjadi korban konflik sosial Wamena saat tiba di Kantor Dinsos Sampang, Minggu (29/09/2019) malam.

Sementara itu, Pj Sekdakab H Yuliadi Setiawan kepada awak media mengungkapkan ada perintah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bahwa ada 34 orang warga asal Kabupaten Sampang yang di Wamena dipulangkan ke daerah asalnya. Namun, yang pulang ke Sampang hanya 24 orang, sementara 10 orang lainnya sudah dijemput pihak keluarganya saat tiba di Surabaya.

BACA JUGA :  TENAGA MEDIS PUSKESMAS KARANG PENANG KERACUNAN MASSAL, DINKES SAMPANG ANGGAP KEJADIAN BIASA

“Petugas dari Pemprov Jatim yang mendampingi mengantarkan kesini memastikan bahwa warga Sampang yang dibawa ada 24 orang. Setelah kami kroscek dan dilakukan pendataan memang benar 24 orang yang kami terima malam ini,” ungkapnya, Minggu (29/09/2019) malam.

Ji Wawan, begitu panggilan akrabnya. Menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Pemprov Jatim diinformasikan bahwa warga asal Kabupaten Sampang yang masih bertahan di pengungsian Kota Wamena Provinsi Papua masih ada. Namun dirinya belum mendapatkan informasi jumlah pastinya.

“Langkah-langkah yang kami lakukan diantaranya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Kami juga akan memfasilitasi pemulangan warga kami ini, dan dipastikan akan sampai ke alamat rumah atau keluarganya masing-masing yang dituju. Untuk bantuan finansial sudah disiapkan oleh Pemprov dengan besaran Rp1 juta setiap kepala keluarga. Sementara tugas kami selaku pemerintah daerah memfasilitasi pemulangan warga kami ini hingga ke alamat yang dituju masing-masing. Tindak lanjutnya nanti seperti apa, kami masih menunggu perintah dan koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Ary Syahrial memaparkan jika pihak TNI yang berada di lokasi terjadinya konflik sosial turut membantu proses evakuasi warga pendatang di Kota Wamena yang mengungsi. Menurutnya, pihak TNI memfasilitasi armada transportasi menggunakan Hercules.

“Tugas kami sebagai TNI ini mengamankan dan mengevakuasi terlebih dahulu para pengungsi yang menjadi korban konflik sosial di Wamena. Tugas kami di Kodim ini bersama-sama dengan pihak pemerintah setempat melakukan pendataan, dan memastikan bahwa warga yang datang ini sampai ke alamat tujuannya masing-masing. Sehingga warga Sampang yang pulang ini bisa sampai ke rumahnya masing-masing dalam keadaan aman dan sehat. Informasinya memang masih ada lagi warga Sampang yang masih bertahan di Wamena, dan kemungkinan akan dipulangkan pada tahap berikutnya,” tutup mantan Anggota Kopassus tersebut. (msa)

BACA JUGA :  ADA MAFIA DI BRI SAMPANG, BUKU TABUNGAN DAN ATM PKH DITAHAN

Telah dibaca : 21 kali.