PELAPOR JADI TERSANGKA, JR UPAYA PENANGGUHAN PENAHANAN

JR saat diwawancarai awak media sesaat sebelum dibawa mobil tahanan Kejari Sampang menuju Rutan Klas II Sampang, Senin (30/09/2019).

Sampang, Pojok Kiri – Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang M Jupri Riyadi (JR) yang ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang pada Senin (30/09/2019). Ternyata bersuara bahwa dirinya merupakan pelapor atas kasus ambruknya pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang kepada Polres Sampang pada tahun 2017 lalu.

Saat proyek pembangunan RKB dengan pagu Rp134 juta itu JR menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada tahun anggaran (TA) 2016. Karena proyek dimaksud ternyata ambruk dan diduga tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB), maka JR mengirimkan surat teguran kepada CV Amor Palapa selaku kontraktor pelaksana. Karena surat teguran tersebut tidak diindahkan, akhirnya JR melaporkan kejadian ambruknya RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu kepada pihak Polres Sampang pada tahun 2017 lalu.

Arman Syahputra yang ditunjuk sebagai Penasihat Hukum JR mengungkapkan bahwa pada saat mendengar kejadian ambruknya RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, kliennya langsung melayangkan surat teguran kepada kontraktor pelaksana agar segera dilakukan perbaikan karena masih dalam tahap pemeliharaan.

“Klien kami sebenarnya sudah 2 kali mengirimkan surat teguran kepada pihak kontraktor pelaksana agar segera diperbaiki, karena masih dalam masa pemeliharaan. Tetapi 2 kali surat teguran itu diabaikan, dan akhirnya klien kami ini membuat laporan polisi kepada Polres Sampang sekitar tahun 2017-2018. Tetapi dalam perjalanan proses hukum kasus ini kok tiba-tiba klien kami ini ditetapkan sebagai tersangka. Padahal klien kami ini yang melaporkan,” ungkapnya.

Arman menegaskan jika dirinya akan melakukan upaya hukum penangguhan penahanan kliennya tersebut. Pihaknya akan segera melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan kliennya itu kepada pihak Kejari Sampang.

“Kami akan melakukan upaya hukum penangguhan penahanan terhadap klien kami, dan yang akan menjadi jaminan dari pihak keluarganya dan Kami sendiri selaku penasihat hukumnya,” tegasnya, Selasa (01/09/2019).

BACA JUGA :  FOTO MESRA YANG DIDUGA KASATRESKRIM SAMPANG DENGAN WANITA MUDA BEREDAR DI DUNIA MAYA

Sementara itu, JR sendiri memaparkan jika dirinya sebagai pelapor atas kasus ambruknya RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu. Dirinya selaku PPK sudah mengirimkan surat teguran kepada pihak kontraktor pelaksana, namun diabaikan. Hingga akhirnya dirinya membuat laporan polisi kepada Polres Sampang.

“Saya sebagai PPK saat itu wajib menandatangani progres pekerjaan yang sudah dianggap selesai. Saya tidak pernah turun langsung ke lokasi karena sudah ada Konsultan Pengawas yang bertanggungjawab mengawasi dan membuat laporan progres pekerjaan proyek itu. Tetapi, saat dalam masa pemeliharaan RKB itu ambruk, dan saya langsung mengirimkan surat teguran kepada pelaksananya agar segera dilakukan perbaikan. Namun, hingga 2 kali surat teguran tidak direspons, dan akhirnya saya melaporkannya kepada Polres Sampang. Tetapi inilah risiko pekerjaan dan jabatan, yang jelas saya bekerja sudah sesuai tupoksinya,” paparnya.

Terpisah, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang Edi Sutomo menyatakan jika dalam kasus ambruknya RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu sudah lengkap dengan penetapan 7 tersangka dan 5 berkas. Dirinya juga meminta kepada pihak JR jika memiliki bukti kuat atas pernyataannya itu agar diungkapkan dalam persidangan nantinya.

“JR ini merupakan tersangka terakhir dalam kasus ambruknya RKB SMP Negeri 2 Ketapang. JR kooperatif dengan menyerahkan diri kepada penyidik Polres Sampang, kemudian langsung diserahkan kepada kami. Dengan alasan subjektif dan objektif kami melakukan penahanan tersangka ini selama 20 hari ke depan, sebagaimana pasal 21 KUHAP. Tersangka akan dikenakan pasal 2 dan 3 junto pasal 7 ayat 1 huruf b undang-undang tindak pidana korupsi, dengan tuntutan pidana penjara maksimal 20 tahun,” tutupnya. (msa)

Telah dibaca : 16 kali.