AKHIRNYA KASATRESKRIM BERI KETERANGAN TERKAIT OTT PASAR BLEGA BANGKALAN

Kasatreskrim Bangkalan AKP David Manurung memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di depan ruangannya.

Bangkalan, Pojok Kiri – Setelah para awak media menunggu kepastian konfirmasi dari berkembangnya berbagai isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang beredar sejak Senin (14/10) Sore, akhirnya Polres Bangkalan melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim), AKP David Manurung, SE, SIK memberikan keterangan awal kepada awak media terkait pemeriksaan yang dilakukan terhadap beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) dan beberapa pegawai Honorer di lingkungan Pasar Blega, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Konfirmasi awal tersebut dilaksanakan di depan Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan, Selasa, (15/10) dinihari.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP David Manurung menyampaikan, operasi yang dilakukan dalam rangka menindaklanjuti aduan masyarakat terkait adanya dugaan pungli di pasar tersebut.

“Berdasarkan aduan tersebut polisi mencoba mengecek melihat ke pasar tersebut, apakah benar ada praktek- praktek disana,” ujarnya.

Setelah melakukan pengecekan, kata David, beberapa temuan didapati oleh tim saber pungli yang diduga hasil retribusi parkir liar.

“Ada beberapa temuan disana, bahwa adanya dugaan praktik pungutan liar yang dilakukan terhadap restribusi parkir yang tidak dilengkapi atau tidak memberikan karcis terhadap pedagang atau parkir yang ada disana,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, satgas saber pungli selaku tim penindakan berhasil mengamankan 9 orang. Diantaranya 3 Orang berstatus ASN, dan 6 Orang lainnya berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) atau honorer.

“Sembilan orang ini kita dalami terkait keterlibatannya, dan satu orang diantara mereka ada kepala pasarnya yang berinisial R,” ujarnya.

David menerangkan, petugas saber pungli turun ke lapangan (pasar blega red) sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas kata dia, tidak melihat langsung praktek pemungutan. Akan tetapi, ada informasi bahwa ada kegiatan menghitung hasil penarikan retribusi parkir liar tersebut.

BACA JUGA :  DANDIM 0828 SAMPANG BERSAMA KAPOLRES KUNJUNGI RUMAH PAK MAWAN

“Posisinya berkumpul disatu titik. Pada saat itu karena aktivitas mereka tidak kelihatan, maka ada informasi ke kita berkumpul disatu tempat pas mau menghitung hasil parkir dari ada yang diberikan karcis atau tidak,” jelasnya.

Untuk barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dalam Operasi tersebut adalah Karcis dan uang sejumlah 600 Ribu Rupiah.

“Karcis sebagai bukti dugaan pungutan liar di pasar Blega dan sejumlah  uang sebesar 600 ribu ikut diamankan”, terangnya.

Dafid panggilan akrabnya mengatakan, Kasus ini masih diperdalam melalui pemeriksaan atas dugaan-dugaan dan hasil dari pemeriksaan akan di rapatkan dengan tim Yustisi selanjutnya dilakukan gelar perkara.

“Masih dilakukan pendalaman pemeriksaan atas dugaan-dugaan, selanjutnya hasil pemeriksaan dirapatkan dengan tim yustisi dan akan dilakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara disana akan dirilis lengkap oleh Kapolres”, tandasnya. (ris/msa)

Telah dibaca : 37 kali.