AKIBAT KEMARAU PANJANG, DAMPAK KEKERINGAN DI BANGKALAN SEMAKIN MELUAS

Seorang petani berjalan di atas lahan persawahan yang kekeringan.

Bangkalan, Pojok Kiri – Ujung akhir Bulan Oktober ini kemarau masih melanda Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Bahkan hingga saat ini semakin meluas.

Akibatnya, jumlah desa terdampak kekeringan yang semakin meluas hingga mencapai 50 desa di 12 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan telah mencatat sebanyak 33 desa di 9 kecamatan mengalami kering kritis dan kering langka selama periode Juli-Agustus 2019.

Meliputi 7 desa di Kecamatan Konang, 7 desa di Kecamatan Kokop, 4 desa di Kecamatan Geger, 4 desa di Kecamatan Galis, 4 desa di Kecamatan Klampis, 1 di Kecamatan Modung dan Kecamatan Kwanyar, 3 desa di Kecamatan Tanah Merah, dan 2 desa di Kecamatan Arosbaya.

Kepala BPBD Kabupaten Bangkalan Rizal Moris mengungkapkan, dari 33 desa terdampak kekeringan itu, sebanyak 26 desa di antaranya berstatus kering kritis. Sedangkan 7 desa lainnya berstatus kering langka.

“Totalnya kini berjumlah sebanyak 83 desa di 12 kecamatan. 50 desa tambahan terdampak kekeringan itu berstatus kering langka,” ungkapnya, Kamis (31/10/2019).

Ia menjelaskan, meluasnya kawasan terdampak kekeringan itu disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan.

“Tambahan 50 desa terdampak kekeringan itu tersebar di tiga kecamatan Blega, Tragah, dan Sepulu,” jelasnya.

Rizal megatakan, Masa musim kemarau di Kabupaten Bangkalan saat ini mengalami peningkatan dari musim kemarau tahun sebelumnya.

Di mana pada 2018, musim kemarau terjadi selama tiga bulan, Juli-Agustus. Sedangkan tahun ini, hari tanpa hujan masih berlanjut hingga akhir Oktober.

“BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memperkirakan awal musim hujan akan terjadi di pertengahan bulan November 2019,” katanya.

Prakiraan BMKG tersebut tidak lantas menghentikan droping air bersih. Sejak 23 Juli hingga Oktober 2019, BPBD telah melakukan droping air bersih sebanyak 768 tangki berkapasitas 6.000 liter.

BACA JUGA :  UPAYA MENYEJAHTERAKAN MASYARAKAT, PEMKAB SAMPANG GELAR JOB MARKET FAIR 2019

“Setiap hari sebanyak empat armada tangki mengirim air bersih selama empat bulan. Ini akan terus kami lakukan hingga musim penghujan tiba,” pungkasnya. (ris/msa)

Telah dibaca : 14 kali.