BULOG MADURA, DINSOS, DAN TIPIDKOR SIDAK GUDANG BULOG BANGKALAN

Iwan Setiawan, Sekretaris Dinsos Bangkalan saat diwawancarai sejumlah awak media usai melakukan sidak di gudang Bulog Bangkalan.

Bangkalan, Pojok Kiri – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan bersama Tipidkor dan Pimpinan Bulog Madura melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke gudang supplier bulog di Desa Langkap Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Kamis (31/10/2019).

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Iwan Setiawan mengatakan, dalam rangka menyikapi adanya pemberitaan di salah satu media kemarin. Sekaligus memberikan klarifikasi bahwa saat ini kami langsung turun sendiri kelapangan mengecek kualitas beras.

“Salah satunya di Desa Langkap Kecamatan Burneh, salah satu penyuply bahan pangan di Bangkalan,” ucapnya.

Ia mengatakan melihat langsung beras digudang mitra bulog tersebut dan ternyata berasnya bagus bermerk medium Plus. Jadi kita hari ini membuktikan dengan dibantu oleh ketua Bulog Madura.

“Mari kita bersama sama memonetor bahan pangan yang disediakan bulog dan kami berterima kasih atas masukan dari masyarakat,” terangnya.

Iwan juga menghimbau, apabila ada bahan pangan dari bulog itu tidak layak dan tidak sesuai. maka ia meminta untuk ditolak saja. Dan pihaknya berjanji akan mengganti sesuai juknis yang ada.

Sementara itu, pimpinan Bulog Madura, Faizal Asyari, memgatakan, bulog berdasarkan surat edaran dari kemensos dipilih sebagai penyedia bahan pangan untuk program BPNT.

“Kami memberdayakan supplier lokal, antara lain kecamatan Burneh tepatnya di kediaman H. Kholil adalah mitra kami,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahan baku dari bulog nanti akan diolah kembali dan dikemas akan menjadi 10 Kg. Tentu hasilnya bisa kita lihat, ternyata kualitasnya bagus.

Namun, apabila penerima manfaat mendapatkan beras kualitasnya kurang baik. Kami himbau untuk segera memberi tahu kami dan akan secepatnya akan kami ganti.

“Kami berharap untuk penyaluran program BPNT bisa diterima oleh keluarga penerima manfaat dan kesepannya terkait,” pungkasnya. (ris/msa)

BACA JUGA :  BANGKALAN KEKURANGAN GURU PNS

Telah dibaca : 15 kali.