PUNGLI PARKIR BERLANGGANAN DI SAMPANG, TIM SABER PUNGLI TAK BERKUTIK

Salah satu petugas parkir menggunakan rompi Dishub Sampang tengah memungut bayaran parkir di tepi jalan lapangan Wijaya Kusuma saat berlangsungnya kegiatan pasar rakyat SSA, Rabu (13/11/2019).

Sampang, Pojok Kiri – Penerapan parkir berlangganan di Kabupaten Sampang masih belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan Peraturan yang ada. Padahal itu sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Retribusi Parkir Berlangganan.

Namun, praktik di lapangan masih terjadi pungutan liar (pungli) terhadap kendaraan yang telah membayar retribusi parkir berlangganan bersamaan dengan pajak kendaraannya di Samsat Sampang. Salah satu praktik culas petugas parkir itu terjadi di sepanjang jalan Wijaya Kusuma Sampang pada selama kegiatan Pasar Rakyat Sampang Sepolo Areh. Padahal di sepanjang jalan itu sudah terpampang jelas rambu bertuliskan Parkir Gratis.

Lalu ke mana tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) selama ini? Padahal praktik culas itu sudah berlangsung sejak awal pembukaan pasar rakyat Sampang Sepolo Areh yang digelar di lapangan Wijaya Kusuma sejak tanggal 4 hingga berakhir 13 November ini.

Rambu bertuliskan Parkir Gratis terpampang jelas di tepi jalan lapangan Wijaya Kusuma. Namun praktik pungli masih terjadi.

Salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya menceritakan jika dirinya masih saja ditarik bayaran oleh petugas parkir yang mengenakan rompi Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang. Padahal, di kendaraan sepeda motor yang diparkirnya itu sudah tertempel stiker parkir berlangganan, tetapi petugas parkir tak menghiraukannya dengan tetap menyodorkan karcis parkir dengan menarik uang sebesar Rp3 ribu.

“Setiap kali saya parkir di tepi jalan Wijaya Kusuma saat mengunjungi pasar rakyat selalu disodori karcis dan diminta uang sebesar Rp3 ribu. Padahal saya sudah bayar retribusi parkir berlangganan bersamaan dengan pembayaran pajak kendaraan. Jadi, saya rasa percuma membayar retribusi parkir berlangganan jika masih saja ditarik bayaran parkir oleh petugas,” ceritanya dengan nada kecewa, Rabu (13/11/2019).

Kepala Dishub Sampang Aji Waluyo memaparkan jika parkir berlangganan di Kabupaten Sampang sudah berlaku sejak bulan Agustus 2019 lalu, dan berlaku khusus parkir di tepi jalan umum yang sudah terpampang rambu parkir berlangganan. Salah satunya di tepi jalan lapangan Wijaya Kusuma.

BACA JUGA :  6,7 MILIAR DANA PKH DI SAMPANG NGENDAP, DINSOS TAK BISA BERBUAT APA-APA

“Saya mendapatkan laporan juga terkait penarikan uang parkir di tepi jalan lapangan Wijaya Kusuma itu. Makanya, mulai kemarin lusa itu saya perintahkan kepada anak buah saya agar mengawasi dan mencegah terjadinya pungutan parkir terhadap kendaraan yang sudah membayar retribusi parkir berlangganan dengan pelat nomor Sampang,” paparnya.

Ia juga menyesalkan bahwa dirinya menerima informasi ada oknum anggota Kodim 0828 Sampang yang membekingi pungutan parkir di tepi jalan lapangan Wijaya Kusuma selama kegiatan pasar rakyat itu. Ia juga menegaskan jika pungutan parkir hanya diberlakukan bagi kendaraan yang tidak membayar retribusi parkir berlangganan, atau kendaraan yang pelat nomornya luar Sampang.

“Kemarin lusa saya sudah berkomunikasi dengan Dandim 0828 Sampang, dan memohon dengan hormat kepada beliau agar jangan sampai ada anggota Kodim Sampang yang terlibat dalam praktik parkir berlangganan tepi jalan lapangan Wijaya Kusuma itu. Kalau untuk parkir di dalam halaman asrama Kodim itu monggo silakan jika mau ditarik parkirnya,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah Wakapolres Sampang Kompol Suhartono selaku Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Sampang mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Bupati Sampang H Slamet Junaidi dan Pj Sekdakab Yuliadi Setiawan agar menegur pihak Dishub dengan adanya praktik pungutan parkir di tepi jalan lapangan Wijaya Kusuma.

“Memang kami mendapatkan informasi adanya praktik pungutan parkir itu. Jadi langkah awal kami melakukan komunikasi dengan pihak Pemkab Sampang agar mencegah terjadinya pungutan parkir itu. Kami masih menghargai bapak Bupati, karena tim Saber Pungli ini dibiayai oleh APBD Kabupaten Sampang. Untuk itu, kami memberikan teguran dengan memperingatkan pihak Dishub Sampang melalui Bupati agar tidak melakukan pungutan terhadap kendaraan yang sudah membayar retribusi parkir berlangganan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  DINKES SAMPANG TIDUR, PENDERITA GIZI BURUK TERABAIKAN

Lanjut Suhartono. “Yang jelas kami sudah melakukan langkah awal dengan memperingatkan kepada pihak Dishub agar petugas parkir yang di lapangan jangan sampai melakukan pungutan itu. Sebab, tujuan dari Saber Pungli itu untuk mencegah terjadinya praktik pungli, bukan lantas langsung menangkap terhadap pelaku pungli itu. Kalau penangkapan itu ada tim, ranahnya pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK,” pungkasnya. (msa)

Telah dibaca : 28 kali.