HOME // Pendidikan

JALIN SOLIDARITAS, AMATAR GELAR MAKRAB DI PANTAI SIRING KEMUNING BANGKALAN

   Manager POJOK KIRI Madura Raya
 Pada: November 17, 2019
Kegiatan Makrab Amanat di pantai Siring Kemuning, Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Minggu (17/11/2019).

Bangkalan, Pojok Kiri – Asosiasi Mahasiswa Tanah Merah (Amatar), memprogramkan kegiatan malam keakraban (MAKRAB) sebagai ajang silaturahmi dan keakraban mahasiswa satu daerah. Kegiatan ini digelar di Pantai Siring Kemuning, Desa Macajah, Tanjung Bumi setempat, Minggu, 17 November 2019.

Kegiatan yang bertemakan “Membangun Solidaritas Untuk Amatar Berintegritas” ini dikemas dengan semi formal. Pelaksanaannya dilakukan selama dua hari yang dimulai tanggal 16 November 2019.

Namun, walaupun dikemas dengan semi formal kegiatan ini diisi dengan diskusi-diskusi terkait isu-isu hangat di lingkungan Kecamatan Tanah Merah. Selain itu juga di isi dengan materi ‘keorganisasian dan pergerakan mahasiswa Tanah Merah dari masa ke masa’. Materi ini diisi oleh salah satu pembina Amatar, Suhul Anam.

Foto bersama usai kegiatan.

Dalam kesempatannya, Suhul Anam menyampaikan bahwa ikut organisasi tidak ada ruginya. Bahkan katanya, jika ada mahasiswa yang mengatakan ikut organisasi tidak mendapatkan apa-apa, maka mereka masih kurang lama berproses di organisasi.

“Ikut organisasi banyak manfaatnnya, jika masih belum merasakan manfaatnya, maka kalian masih kurang lama ikut organisasi,” kata Suhul, sapaan akrabnya.

Suhul menjelaskan beberapa manfaat ikut organisasi, “manfaat mendapatkan ilmu yang belum pernah didapatkan di bangku kuliah dan manfaat mendapatkan relasi yang banyak,” jelas Suhul.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa masyarakat sudah berangapan bahwa mahasiswa tersebut dianggap tahu dalam segala hal, sehingga tidak sedikit kata Suhul Masyarakat sekitar meminta bantuan kepada mahasiswa.

Namun, lanjut Suhul tidak sedikit juga mahasiswa belum bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang meminta pertolongan. Padahal mahasiswa itu “agent off change” Sehingga pada akhirnya masyarakat akan menyimpulkan sendiri bahwa mahasiswa sama saja dengan orang tidak kuliahan, katanya sama-sama tidak bisa membantu.

BACA JUGA :  KONDISI BANGUNAN SDN KRANGGAN BARAT 1 RUSAK PARAH, INI KATA DISDIK BANGKALAN

“Semial masyarakat meminta bantuan buat administrasi kependudukan, mahasiswanya tidak tahu. Meminta bantuan dalam urusan kesehatan juga tidak tahu, akhirnya masyarakat meremehkah mahasiswa,” jelasnya.

Terus bagaimana mahasiswa bisa menyelesaikan persoalan masyarakat tersebut? Suhul menyampaikan bahwa kita semua harus banyak belajar ilmu kemasyarakatan, dan itu hanya ada dalam organisasi.

“didalam organisasi, secara tidak langsung kita diajarkan tentang kedisiplinan, kebersamaan dan kerjasama sehingga nantinya kita akan menjadi insan yang memiliki nilai jual yang tinggi dimasyarakat,” paparnya

Oleh karenanya, Suhul memberikan penegasan kepada mahasiswa Amatar agar tidak lelah berproses ikut organisasi, karena menurutnya, akan tiba waktunya mahasiswa mendapatkan madu dalam beroganisasi.

“Lima tahun kedepan mahasiswa Amatar ini akan merasakan manfaatnnya ikut berorganisasi, jangan sampai lelah berorganisasi,” ucapnya.

Pasca materi, ketua umum Amatar, Mahmud Ismail menyampaikan banyak terimakasih kepada pembina Amatar yang telah hadir ke acara Makrab, sekaligus mengisi materi.

“Kami mewakili kader Amatar mengucapkan terimakasih kepada Pembina Amatar yang telah meluangkan waktunya untuk hadir,” kata Mahamud, sapaan akrabnya.

Pihaknya berharap, pasca kegiatan Makrab ini dilaksanakan, kader-kader Amatar bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarkat Tanah Merah, sehingga mereka bisa merasakan keberadaan mahasiswa di Tanah Merah.

“Dengan bergabung dalam organisasi bisa menjadi penyambung lidah masyarakat tanah merah,” tutupnya penuh harap. (ris/msa)

Telah dibaca : 37 kali.