PILKADES SERENTAK SAMPANG, 22 DESA DINYATAKAN SANGAT RAWAN

(dari kanan). Bupati Sampang, Kapolres Sampang, serta Dandim 0828 Sampang saat meninjau pasukan pengamanan dalam Apel Pergeseran Pasukan Pilkades serentak Sampang 2019 di lapangan Wijaya Kusuma, Rabu (20/11/2019).

Sampang, Pojok Kiri – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sampang yang dilaksanakan Kamis (21/11/2019) diharapkan berjalan aman, kondusif, dan lancar oleh semua pihak. Tak tanggung-tanggung pengamanan menerjunkan sebanyak 1.380 personil gabungan TNI dan Polri dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Dengan rincian 500 anggota TNI, 600 Satbrimob Polda Jatim, ditambah polisi gabungan jajaran Polda Jatim.

Pada Pilkades serentak Kabupaten Sampang 2019 kali ini, tercatat ada 38 desa yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi desa tersebut, dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 156.280 orang. Diantaranya sudah dipetakan menjadi 3 kategori keamanannya, yakni ada 6 desa yang dinilai kurang rawan, 10 desa kategori rawan, dan sangat rawan ada 22 desa.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi dalam sambutannya pada Apel Pergeseran Pasukan Pilkades serentak Kabupaten Sampang tahun 2019 di lapangan Wijaya Kusuma Sampang, Rabu (20/11/2019) pagi menyampaikan jika pihaknya selaku pemerintah daerah sudah melakukan tahapan demi tahapan Pilkades tersebut.

“Kabupaten Sampang adalah sumbu pendek, memang kami mengakui sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya masih rendah. Untuk itu, saya minta kepada seluruh tim pengamanan Pilkades ini agar selalu menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat di tempat tugas desanya masing-masing. Kabupaten Sampang dalam sejarahnya setiap ada pemilihan baik Pilkades hingga Pilkada selalu ada permasalahan. Harapannya di awal kepemimpinan saya ini Sampang tidak seperti yang kita bayangkan, tidak terkenal dari sisi negatifnya, tetapi lebih terkenal dari sisi positifnya. Mudah-mudahan pelaksanaan Pilkades ini tetap aman, damai, dan kondusif. Saya minta agar pasukan pengamanan menjaga diri baik-baik, kesehatan, dan mentalnya,” ujarnya, Rabu (20/11/2019) pagi.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi (tengah), Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Ary Syahrial (kiri), Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro (kanan) usai memberikan arahan kepada pasukan pengamanan.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro dari atas podium bersama Bupati Sampang H Slamet Junaidi serta Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Ary Syahrial memaparkan bahwa dari 38 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak dipetakan ada 6 desa kurang rawan dengan kekuatan masing-masing 15 personil. Kategori rawan ada 10 desa dengan kekuatan 30 personil setiap desa. Sementara yang sangat rawan ada 22 desa diterjunkan 45 personil setiap desanya. Jadi ada 30 personil untuk wilayah kurang rawan, untuk yang kategori rawan disiapkan 300 personil, dan desa yang sangat rawan diterjunkan 990, dengan total keseluruhannya 1.380 personil gabungan TNI dan Polri.

BACA JUGA :  2 PAMA JABATAN STRATEGIS POLRES SAMPANG AKAN DIGANTI

“Karakteristik wilayah daerah, terkait dengan potensi gangguan kamtibmas yang akan terjadi pada saat nanti kegiatan pengamanan tahapan pemungutan hingga penghitungan. Diantaranya adanya intimidasi dari kelompok pro dan kontra bisa secara fisik maupun ucapan, dan jika ada yang menemukan kejadian seperti itu saya perintahkan langsung ditangkap, termasuk warga yang membawa senjata tajam juga ditangkap, dan segera diamankan di Polres Sampang, jangan di Polsek,” paparnya.

Lanjutnya. “Kemungkinan adanya sabotase, diantaranya membuat gaduh di tempat pemungutan suara (TPS), adanya perampasan logistik Pilkades yang bertujuan agar terjadi pemungutan atau penghitungan ulang. Untuk itu, dengan kekuatan pasukan 1.380 personil ada wilayah yang saya kategorikan membutuhkan intensitas pengawasan. Seperti di Kecamatan Ketapang dari 8 desa yang melaksanakan Pilkades ada 7 desa kategori sangat rawan. Kemudian di Kecamatan Banyuates ada 3 desa dinyatakan sangat rawan semuanya. Di Kecamatan Sokobanah ada 2 desa yang sangat rawan. Saya berpesan kepada seluruh pasukan pengamanan agar mengutamakan keselamatan perorangan, taati pedoman standar operasional prosedur (SOP), tetap jaga netralitas demi menjaga situasi keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif,” ungkapnya.

Bupati, Dandim, Kapolres unjuk kekuatan pengamanan Pilkades serentak Sampang 2019 dengan menaiki kendaraan tempur Anoa 2 berkeliling kota Sampang.

Di tempat yang sama, Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Ary Syahrial menambahkan agar seluruh pasukan pengamanan tetap menjaga netralitas demi terciptanya situasi kamtibmas di setiap wilayah agar tetap terkendali dan kondusif. Dirinya meminta kepada seluruh personil pengamanan untuk mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengubah citra Kabupaten Sampang yang setiap pemilihan umum selalu mendapatkan cacatan merah agar menjadi aman dan kondusif.

“Saya minta kepada seluruh personil pengamanan yang bertugas nantinya agar memanfaatkan waktu dengan selalu aktif melakukan komunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Kita ini bukan berhadapan dengan mereka (masyarakat, Red) tetapi mengamankan mereka. Beberapa hal yang harus diperhatikan, biasanya kalau terjadi gesekan antar personal maupun kelompok, dan tidak menutup kemungkinan ada beberapa pihak atau oknum tertentu yang akan memanfaatkan situasi dengan memanfaatkan unsur-unsur pengamanan untuk kepentingan perorangan maupun kelompok. Jadi saya minta agar selalu mewaspadainya,” pungkas mantan Anggota Kopassus tersebut. (msa)

BACA JUGA :  KOMITE PPI RSUD DR MOH ANWAR SUMENEP GELAR IN HOUSE TRAINING

Telah dibaca : 18 kali.