PENULIS ASAL MADURA SABET PENGHARGAAN ANUGERAH SASTRA LITERA 2019

Deni Puja Pranata.

Sumenep, Pojok Kiri – Kali kedua menyelenggarakan Anugerah sastra litera 2019, pimpinan Litera.co.id umumkan nomine dari seleksi yang menetapkan beberapa penulis yang menyabet penghargaan tersebut yang ditempatkan di Lestoran Anggrek Kampung Buaran, kota Tangerang Selatan.

Acara yang bertajuk ‘Sastra Pasca Koran’ yang dikemas dengan baca puisi dan bincang sastra, turut menghadirkan narasumber Putu Fajar Arcana (redaktur budaya koran Kompas) dan Iwank Kurniawan (redaktur budaya koran Tempo) dengan modertor Mustafa Ismail (redaktur budaya koran Tempo).

Pimpinan redaksi litera.co.id Ahmadun Yosi Herfanda (AYH) dalam sambutannya mengatakan, hasil seleksi Anugrah Sastra Litera 2019 kali ini ada 16 Nomine dengan rincian 14 puisi dari 8 penyair dan 8 cerpen dari 8 cerpenis. Salah satu nomine kategori puisi terbaik dari ribuan puisi yang diseleksi dan masuk ke dewan juri, Puisi Karya Deni Puja Pranata yang berjudul ‘Bukit Kapur’ terpilih sebagai nominasi puisi terbaik.

Deni Puja Pranata adalah seorang penyair dan juga salah satu Pimpinan Redaksi Jurnalfaktual.id. Puisinya dinilai oleh Dewan juri sebagai puisi yang memberikan warna baru. Sebab, karya Deni Puja Pranata dianggap lebih segar dan menarik, ia mencoba mengangkat sesuatu yang tidak terlalu biasa. Bukit kapur terasa orisinil dari sisi gagasan, diungkapkan dengan penguasaan yang terbaik, kadang subversive dan pengungkapan sangat mendalam.

“Nomine telah kami umumkan pada awal bulan lalu. Dengan jumlah nomine tersebut, berarti tahun ini telah terjadi penurunan baik dari segi kuantitas juga kualitas,” kata Ahmadun Yosi Herfanda.

Sebelumnya, Anugrah sastra litera 2018 lalu menghasilkan 24 puisi dan 12 cerpen yang kemudian dibukukan dalam antologi puisi dan cerpen pilihan litera 2018 dengan judul Monolog di Penjara. Begitu juga anugrah sastra litera tahun ini, karya semua nomine dibukukan dalam suatu buku yang diambil dari judul karya pemenang terbaik puisi dan cerpen.

BACA JUGA :  LANJUTKAN BUDAYA LELUHUR, NELAYAN DESA TAMBERU TIMUR LAKUKAN ROKAT TASE’

Pada anugrah sastra tahun 2019 ini dipilih satu puisi terbaik dan satu cerpen. Terpilih sebagai karya terbaik untuk kategori puisi adalah “Bukit Kapur” (karya Deni Puja Pranata), dan kategori cerpen terbaik adalah “Reruntuhan Ketujuh” (karya Afryantho Keyn). Kedua judul tersebut kemudian dipilih sebagai judul buku antologi puisi dan cerpen pilihan litera 2019 Reruntuhan di Bukit Kapur.

Untuk diketahui, nomine Anugrah Sastra Litera 2019 kategori Puisi yakni Belajar Menanam Padi – Budi Setiawan, Sebuah Kota yang Kehilangan Manusia – Budi Setiawan, Rigen – Budi Setiawan, Aksara yang Memanjat Ayat – Deni Puja Pranata, Bukit Kapur – Deni Puja Pranata, Segalanya Telah Menjadi Asing – Eddy Pranata PNP, Lilin yang Menyala – Eddy Pranata PNP, Bukan Pulang – Gustu Sasih, Dari Tengok Bentrok Tafsir – Gustu Sasih, Di Stasiun Kediri – Laras Sekar Seruni, Di Halmahera Hujan Turun Berkejaran – Nuriman N Bayan, Rohingya – Pilo Poly, Mei di Pertengahan Lorong – Pilo Poly, Harga untuk Siang – Surya Gemilang.

Untuk Kategori Cerpen sendiri diantaranya, Reruntuhan Ketujuh – Afryantho Keyn, Kemarau – Arian Pangestu, Sorban – Human S Chudori, Dari Ceruk Cangkir ke Lekuk Bibir – Iman Sembada, Ibu yang Tertinggal di Balik Karangan – Kevin Alfiarizky, Rahasia yang Tersimpan dalam Benda-Benda Dibawa oleh Angin – Lamia Putri Damayanti, Jalan Buntu – Ruly R, Patung – Tjahjono Widarmanto.

Sedangkan Kategori terbaik dan pemenang anugerah sastra Litera 2019 adalah Bukit Kapur karya Deni Puja Pranata (Puisi terbaik) dan Reruntuhan Ketujuh karya Afryantho Keyn (Cerpen terbaik). (adi/msa)

Telah dibaca : 21 kali.