BANI ALWAN KEMBALI GELAR PAMERAN SENI RUPA MENGENANG HARI PERNIKAHAN

Chairil Alwan bersama keluarganya menyampaikan sambutannya saat pembukaan pameran seni rupa Bani Alwan di halaman luar Gesawiksa, Rabu (27/11/2019) malam.

Sampang, Pojok Kiri – Komunitas Perupa Sampang (KPS) kembali menggelar pameran yang biasa rutin dilaksanakan hampir setiap bulannya. Kali ini keluarga besar Chairil Alwan menggelar pameran seni rupa bersama keluarga besarnya. Dalam pameran seni rupa bertajuk ‘Refleksi Bani Alwan Untuk 10 November’ tersebut menampilkan karya dari tangan Chairil Alwan beserta keluarga besarnya.

Pameran dimaksud digelar di Gedung Seni Budaya Wijaya Kusuma Sampang (Gesawiksa) sejak pembukaan tanggal 27 hingga 30 November 2019. Dalam pameran yang dibuka untuk umum dan gratis itu menampilkan sedikitnya ada 50 karya hasil goresan tangan Bani Alwan. Yakni Chairil Alwan sendiri, istri tercintanya Musdalifah, serta ketiga buah hatinya Ghina Zavira, Zaidan Ramzi Dhiyaulhaq, dan Abdillah Haikal Alwany.

Dalam kegiatan pembukaan pameran dimaksud pada Rabu (27/11/2019) malam dihadiri Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Imam Sanusi, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh Iqbal Fathoni, Ketua PCNU Sampang KH Itqon Busiri, keluarga besar KPS, serta para penikmat kesenian di Kabupaten Sampang.

Suasana pameran seni rupa Bani Alwan usai acara pembukaan di Gesawiksa pada Rabu (27/11/2019) malam.

Chairil Alwan yang juga sebagai Ketua KPS itu mengungkapkan jika pameran Bani Alwan yang memasuki tahun ketiga pada tahun 2019 ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud rasa syukur mengenang hari pernikahannya yang jatuh pada tanggal 10 November, dan juga menjadi awal atas lahirnya 3 anak yang ternyata juga mengalir darah seni rupa.

“Biasanya kami rutin menggelar pameran Bani Alwan setiap tanggal 10 November setiap tahunnya. Tetapi pada tahun ini untuk pembukaannya sengaja kami undur menjadi tanggal 27 November. Itu kami lakukan karena pada tanggal 10 November kemarin masih ada kegiatan Pasar Rakyat Sepolo Areh di lapangan Wijaya Kusuma yang memang berdekatan dengan gedung Gesawiksa. Kami undur pembukaannya agar masyarakat, khususnya penikmat dan pemerhati kesenian bisa fokus dengan kegiatan yang diselenggarakan,” ungkapnya, Rabu (27/11/2019) malam.

BACA JUGA :  VISIT SUMENEP 2019, PEMKAB GELAR BATIK ON SEA

Alwan juga memaparkan bahwa dari 50 karya seni rupa yang ditampilkan dalam pameran Bani Alwan itu rata-rata beraliran Surealisme, yakni suatu aliran seni yang menunjukkan kebebasan kreativitas sampai melampaui batas logika. Serta aliran Dadaisme, yakni aliran yang menyajikan karya artistik dari bentuk yang seram, magis, mengerikan, kekanak-kanakan atau naif, dan terkadang mengesankan.

“Untuk karya seni lukis saya sendiri menganut aliran Surealisme. Tetapi saya tidak terlalu menekankan kepada keluarga saya untuk menganut aliran seni lukis yang sama. Saya beri mereka kebebasan dalam menuangkan ekspresinya di atas kanvas,” tutupnya. (msa)

Telah dibaca : 9 kali.