PENYERAHAN TSK DAN BB KASUS KAMBING ETAWA DILIMPAHKAN KE PENGADILAN TIPIKOR

Bangkalan, Pojok Kiri – Berkas dan barang bukti tahap ke 2 tersangka kasus kambing etawa yang menjerat dua Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Bangkalan (Pemkab), Kamis (28/11/2019), diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun kedua tersangka tersebut yakni Mulyanto Dahlan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Syamsul Arifin Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bangkalan.

Selanjutnya dua orang tersangka kasus program pengadaan kambing etawa pada tahun anggaran 2017 itu, dilakukan penahanan dilapas oleh Jaksa Penuntut umum sampai pembahasan pelimpahan perkara ke Pengadilan Negeri / Tipikor Surabaya.

Edi Jumintak, kuasa Hukum Syamsul Arifin mengatakan, Penyidik menyerahkan berkas dan barang bukti tahap 2 dengan menyerahkan tersangka dan barang buktinya dari penyidik ke penuntut umum.

“Kami masih normatif, karna masih belum mengetahui materi secara keseluruhan sebab ini baru tahap dakwaan,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya hanya mendampingi kliennya karna penyerahan berkas ke penuntut umum dan pelimpahan kepada pengadilan, serta nanti tinggal menunggu proses persidangan.

“Secara persiapanpun kami sampai saat ini masih normal-normal saja. Hanya kami tinggal menunggu persidangan saja,” tambahnya.

Edy menambahkan, langkah-langkah awal yang akan pihaknya lakukan. Edi mengatakan, karna ini masih jelang sidang pertama dakwaan dan kami belum tahu dakwaannya seperti apa.

“Apakah kami melakukan esepsi atau tidak, kami juga belum tahu. Sebab kami belum tahu materi perkaranya sebagaimana yang di dakwakan nanti,” imbuhnya.

Bahkan dirinya mengatakan perihal bukti-bukti masih dalam normatif. Karna menurutnya, proses perkaranya masih panjang.

“Kami tetap koorpratif dengan apa yang di sampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan kami selaku kuasa hukum juga belum mengetahui keterangan saksi lainnya seperti apa,” tambahnya.

BACA JUGA :  BUDAK SABU ASAL KEPAJIN SUMENEP DIBEKUK POLISI

Ditempat yang sama, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangkalan Putu Arya Wibisana mengatakan, Agenda hari ini hanya penyerahan tersangka dan barang bukti tahap 2 dengan menyerahkan tersangka dan barang buktinya dari penyidik ke penuntut umum.

Setelah tahap tersebut, pihaknya akan melanjutkan perlimpahan ke Pengadilan Negeri Surabaya yaitu ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dari tahap 2 tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) memiliki waktu maksimal 20 hari mulai dari penyerahan.

“Untuk teknisnya kami belum bisa menjelaskan dengan detail, namun sebelum 20 hari sekitar 15 hari kami akan segera melimpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya di tindak Pindana Korupsi. Dengan Barang bukti nanti kami serahkan berupa berkas hasil penyidikan dan juga ada uang sekitar 603 sekian,” pungkasnya. (ris/msa)

Telah dibaca : 6 kali.