DETEKSI DINI NARKOBA DI INTERNAL, POLRES SAMPANG LAKUKAN TES URINE

Proses tes urine Perwira dan Anggota Polres Sampang di ruang loby Mapolres Sampang, Senin (02/12/2019).

Sampang, Pojok Kiri – Rombongan Propam bersama Dokter Polisi (Dokpol) Polda Jatim mendadak mendatangi Kantor Polres Sampang pada Senin (02/12/2019) pagi. Kedatangan rombongan dari Polda Jatim tersebut merupakan kerja sama dengan pihak Polres Sampang sendiri untuk melakukan tes urine kepada seluruh Anggota Polres Sampang sebagai deteksi dini terhadap penggunaan narkoba di internal Korps Bhayangkara Sampang tersebut.

Dari hasil tes urine yang dilakukan Dokpol dengan pengawasan Propam itu ternyata hasilnya negatif. Hanya saja ada 2 orang yang dibawa Propam Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diduga hasil tes urinenya mengandung zat narkoba. Kedua orang itu merupakan Perwira Pertama (Pama) dengan pangkat Iptu inisial Z, dan seorang ASN Polres Sampang berinisial D.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro kepada Pojok Kiri melalui sambungan seluler pribadinya. Ia menyampaikan jika kegiatan tes urine dimaksud merupakan program Polres Sampang sendiri untuk melakukan deteksi dini penggunaan narkoba di internalnya.

“Seperti yang saya sampaikan beberapa waktu lalu saat pertemuan dengan para wartawan Sampang. Bahwa saya akan melakukan deteksi dini narkoba dengan membersihkan dulu di internal Polres Sampang sendiri. Untuk tes urine ini memang saya mendatangkan Propam dan Dokpol Polda Jatim tanpa sepengetahuan anggota dan perwira Polres Sampang,” paparnya, Senin (02/11/2019).

Didit menegaskan jika hasil tes urine yang dilakukan terhadap 242 orang Perwira dan Anggota Polres Sampang itu sebenarnya merupakan tahap pertama di bawah komandonya. Sementara untuk hasilnya tes urine dimaksud negatif semua. Hanya saja ada 2 orang yang harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga harus dibawa Propam Polda Jatim.

“Hasil tes urine yang kami lakukan negatif semua. Tetapi memang ada 2 orang yang harus dibawa Propam Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan mereka berdua sedang mengonsumsi obat karena sedang sakit, sebab hasil tes urine tidak bisa memastikan jika itu narkoba, bisa jadi karena mengonsumsi obat medis. Sehingga pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh ahlinya, dan itu dilakukan di Polda Jatim. Saya tegaskan kembali, bahwa di bawah kepemimpinan saya ini akan dilakukan pembersihan narkoba dari dalam dulu. Salah satunya dengan melakukan tes urine seperti tadi itu,” tutup mantan Kapolres Trenggalek tersebut dengan tegas. (msa)

BACA JUGA :  AKHIRNYA KASATRESKRIM BERI KETERANGAN TERKAIT OTT PASAR BLEGA BANGKALAN

Telah dibaca : 6 kali.