HOME // Ekonomi // Pemerintahan // Sosial Masyarakat

DPMD TARGETKAN PEMBENTUKAN 180 BUMDes DI SAMPANG RAMPUNG SEBELUM TUTUP TAHUN 2019

   Manager POJOK KIRI Madura Raya
 Pada: Desember 5, 2019
Jufri, Kasi Pemberdayaan Lembaga dan Usaha Ekonomi DPMD Sampang saat diwawancarai di kantornya, Kamis (05/12/2019).

Sampang, Pojok Kiri – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa. Lembaga ini digadang-gadang sebagai kekuatan yang akan bisa mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa dengan berdasar pada ragam potensi yang dimiliki desa.

Di Kabupaten Sampang sendiri, BUMDes sudah mulai disusun dan dibentuk sejak tahun 2015. Selanjutnya, pada tahun 2016 sudah terbentuk 5 BUMDes. Karena memang dirasa sangat penting keberadaan BUMDes sebagai penggerak perekonomian di desa, maka sejak saat itu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang menggenjotnya dengan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang sendiri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), hingga Pemerintah Pusat.

Disampaikan Kepala DPMD Sampang H Malik Amrullah melalui Jufri, Kasi Pemberdayaan Lembaga dan Usaha Ekonomi. Bahwa pihaknya terus menggenjot pembentukan BUMDes pada tahun 2018 di Kabupaten Sampang dengan hasil terbentuknya 38 BUMDes. Sementara pada tahun 2019 ini sudah terbentuk 165 BUMDes dari jumlah keseluruhan 180 desa yang ada di Kabupaten Sampang.

“Pembentukan BUMDes kami lakukan secara bertahap. Dalam tahun 2019 ini Kami menargetkan pembentukan BUMDes di 180 desa yang ada di Kabupaten Sampang sudah rampung semuanya. Sementara untuk BUMDes dengan status berkembang yang kami targetkan memulai usahanya pada tahun 2018 sudah mencapai 38, dan pada tahun 2019 ini kami menargetkan 61 BUMDes. Alhamdulillah ternyata melebihi dari yang kami targetkan, karena saat ini sudah ada 80 BUMDes yang sudah menyandang predikat berkembang dan sudah memulai usahanya,” ujar Jufri saat ditemui di kantornya, Kamis (05/12/2019).

BACA JUGA :  PROYEK HOTMIX PERUM PERMATA INDAH DIDUGA DIKERJAKAN PEJABAT DPRKP SAMPANG

Ia juga memaparkan jika ada BUMDes yang sudah meraih prestasi melalui Madura Award pada tahun 2017, yakni BUMDes Tobai Barat, Kecamatan Sokobanah. Selanjutnya, pada tahun 2018 ada BUMDes Batorasang, Kecamatan Tambelangan meraih prestasi yang sama. Sementara pada tahun 2018, BUMDes Tobai Barat juga masuk nominasi 10 besar di tingkat Provinsi Jatim.

“Selain BUMDes lokal masing-masing desa, kami juga membentuk BUMDes Bersama (BUMDesMa). Sekarang yang sudah berjalan ada BUMDesMa pantai utara (Pantura) yang berada di wilayah Utara Kabupaten Sampang. BUMDesMa itu gabungan dari 14 desa yang ada di Kecamatan Banyuates dan Ketapang. Kegiatan usahanya berupa toko swalayan yang memasarkan produk unggulan di wilayah Pantura, khususnya yang dihasilkan dari 14 desa gabungan BUMDesMa Pantura itu, yang bekerja sama dengan tokopedia untuk pemasaran online di seluruh Indonesia. BUMDesMa Pantura itu toko swalayannya berada di Kecamatan Banyuates,” paparnya.

Lebih lanjut Jufri mengungkapkan jika pihaknya saat ini tengah menyiapkan pembentukan BUMDesMa di Kecamatan Sreseh yang akan bergerak di bidang usaha pengelolaan pariwisata hutan Mangrove. Dalam BUMDesMa itu nantinya yang akan bergabung ada 5 desa di Kecamatan Sreseh, diantaranya Desa Klobur, Labuhan, Junok, Marparan, dan Disanah. Menurutnya, dalam pembentukan BUMDesMa diperlukan persamaan persepsi dan tujuan, sebab tanpa ada dasar seperti itu sangat sulit untuk berjalan, dan itu pun harus berawal dari inisiatif setiap desa yang akan bergabung.

“Target dan tujuan dari dibentuknya BUMDes itu untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes), terutama untuk melayani kebutuhan masyarakat. Jadi social orientednya yang lebih diutamakan daripada profit orientednya. Sebab, banyak produk unggulan yang dihasilkan oleh masyarakat, tetapi disisi pemasarannya kesulitan. Jadi BUMDes hadir untuk memberikan solusi bagaimana produk itu bisa dipasarkan, dan tentunya mengangkat taraf perekonomian masyarakat menjadi lebih meningkat kesejahteraannya,” pungkasnya. (msa)

BACA JUGA :  KONI SAMPANG DISKRIMINATIF DALAM KEGIATAN PENINGKATAN SDM PELATIH CABOR

Telah dibaca : 43 kali.