HOME // HOT News // Olahraga // Pemerintahan

KONI SAMPANG DISKRIMINATIF DALAM KEGIATAN PENINGKATAN SDM PELATIH CABOR

   Manager POJOK KIRI Madura Raya
 Pada: Desember 22, 2019
Pembukaan kegiatan Pelatihan Peningkatan SDM Pelatih Cabang Olahraga yang digelar KONI Sampang, di kantor KONI setempat pada Rabu (18/12/2019) lalu.

Sampang, Pojok Kiri – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sampang ternyata bersikap diskriminasi terhadap cabang olahraga (cabor) yang ada di Kabupaten Sampang. Itu terbukti dengan tidak melibatkan salah satu cabor dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan SDM Pelatih Cabang Olahraga yang digelar KONI Sampang selama 2 hari pada tanggal 18 dan 19 Desember 2019 lalu.

Padahal, sudah jelas Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sampang sudah resmi terdaftar di KONI Sampang menjadi anggota cabor yang ke 19. Itu dibuktikan dengan sudah diserahkannya salinan surat keputusan (SK) Pengurus Kabupaten (Pengkab) FPTI Sampang kepada KONI Sampang. Selain itu, nama cabor panjat tebing tersebut sudah tertulis pada papan daftar cabor anggota KONI Sampang, dan bendera patakanya pun juga terpampang dan berjejer dengan bendera cabor lainnya di kantor tersebut.

Tetapi, itu semua masih belum diakui sepenuhnya keberadaan FPTI Sampang oleh KONI Sampang dengan tidak diundangnya dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan SDM Pelatih Cabor dimaksud. Padahal, induk dari KONI Sampang sendiri, yakni Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang mengakui keberadaan FPTI Sampang dengan mengundangnya dalam kegiatan pelatihan pada Program Peningkatan Mutu Organisasi dan Tenaga Keolahragaan tahun 2019 dengan materi Iptek Manajemen Kepelatihan Olahraga yang dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 3 Desember 2019 di GOR Tenis Indoor Wijaya Kusuma Sampang.

Dengan kejadian seperti itu, netralitas KONI Sampang terhadap cabor yang sudah resmi terdaftar di lembaga otoritas keolahragaan tersebut dipertanyakan. Sebab, dalam kegiatan peningkatan SDM pelatih cabor yang digelar KONI Sampang tidak mengundang FPTI Sampang selaku organisasi cabor panjat tebing di Kabupaten Sampang.

Bendera Pataka FPTI Sampang sudah terpampang dan berjejer dengan bendera cabor lainnya di kantor KONI Sampang.

Ketua Umum (Ketum) Pengkab FPTI Sampang Ach Rahman Iswanto menyayangkan dengan sikap KONI Sampang yang ternyata tidak mengundang FPTI Sampang dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan SDM Pelatih Cabor itu. Padahal, kegiatan semacam itu sangat dibutuhkan untuk lebih meningkatkan dan menambah ilmu pelatih masing-masing cabor, tak terkecuali FPTI Sampang sendiri yang sudah resmi terbentuk pada 20 Maret 2019.

BACA JUGA :  BMKG INGATKAN WASPADA HUJAN PETIR DAN ANGIN DI BANGKALAN

“Kami sangat kecewa dengan sikap diskriminasi KONI Sampang dengan tidak mengundang FPTI Sampang. Beberapa waktu sebelumnya ada kegiatan peningkatan mutu pelatih yang digelar Disporabudpar Sampang kami diundang. Lalu kenapa ada kegiatan serupa yang digelar KONI Sampang kami tidak diundang? Apakah memang keberadaan kami ini belum diakui oleh KONI Sampang? Kalau memang keberadaan kami ini diakui oleh KONI Sampang kenapa tidak diundang?,” ujarnya dengan nada kecewa, Minggu (22/12/2019).

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KONI Sampang Joni Purnomo menyatakan jika dirinya tidak mengetahui pasti kegiatan itu seperti apa. Sebab, dirinya sebelum, dan hingga berakhirnya acara yang digelar KONI itu tengah berada di Jakarta.

“Kalau memang nama kegiatannya itu Pelatihan Peningkatan SDM Pelatih Cabang Olahraga tentunya harus melibatkan dan mengundang seluruh Cabor yang resmi tercatat sebagai anggota KONI Sampang. Tetapi, jika memang ternyata ada cabor yang tidak diundang, itu perlu dipertanyakan dan diluruskan ada apa. Untuk lebih jelasnya, silakan langsung menanyakannya kepada sekretaris atau ketua bidang yang mengadakan kegiatan itu,” katanya dengan tegas dari balik sambungan seluler.

Sementara itu, Sekretaris KONI Sampang Imam Sanusi saat dihubungi Koran Harian Pojok Kiri mengatakan jika dirinya tidak terlalu paham terkait teknis penyelenggaraan kegiatan pelatihan dimaksud. “Saya tidak mengetahui sepenuhnya teknis penyelenggaraannya seperti apa. Untuk jelasnya silakan ditanyakan langsung kepada Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan KONI Sampang, bapak Rudi Setiadi,” ujar pria yang menjabat Plt Kepala Disporabudpar Sampang tersebut.

Tetapi sayangnya, saat Rudi Setiadi selaku Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan KONI Sampang ternyata juga tidak paham terkait teknis penyelenggaraan kegiatan itu. Dirinya berdalih jika kegiatan itu dimaksudkan untuk peningkatan mutu pelatih cabor tenis lapangan, yakni Pelti. Tetapi kenyataannya yang diundang seluruh cabor kecuali FPTI Sampang.

BACA JUGA :  KEPALA DISDIK SAMPANG MENGUNDURKAN DIRI SECARA MENDADAK, INI ALASANNYA

“Sebenarnya kegiatan itu untuk peningkatan mutu pelatih cabor berprestasi, dan kami memilih Pelti. Tetapi kalau kenyataannya kegiatannya seperti itu dengan mengundang seluruh cabor, saya tidak paham. Untuk jelasnya bisa langsung tanyakan kepada wakil saya, bapak Rusyan. Karena mulai dari persiapan hingga pelaksanaan saya pasrahkan semuanya kepada wakil saya,” dalihnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan KONI Sampang, Rusyan beralasan jika yang diundang hanya cabor yang telah memiliki program kerja dan menerima dana hibah anggaran pembinaan pada tahun anggaran 2019. Padahal kegiatan itu tidak membahas program kegiatan dan laporan penggunaan anggaran pembinaan masing-masing cabor. Tetapi kegiatan itu sepenuhnya berisi program pelatihan peningkatan SDM pelatih cabor.

“Kami mengundang seluruh cabor yang telah memiliki program kerja dan mendapatkan anggaran pembinaan tahun 2019. Selain itu juga bagi cabor yang sudah terbentuk tim monitoring dan evaluasi (monev) di KONI Sampang. Sementara untuk FPTI Sampang sendiri belum dibentuk tim monevnya, meskipun secara legalitas sudah terdaftar di KONI Sampang. Jadi, untuk tahun depan tentunya semua Cabor tidak akan ada yang dilupakan,” tutupnya. (msa)

Telah dibaca : 52 kali.