HOME // Pemerintahan

BUPATI LANTIK 135 PEJABAT MENYESUAIKAN PERUBAHAN SOTK, INI DAFTAR NAMANYA

   Manager POJOK KIRI Madura Raya
 Pada: Januari 1, 2020
Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyematkan pin secara simbolis kepada Camat Banyuates. (Foto: Lukman Humas)

Sampang, Pojok Kiri – Di penghujung tahun 2019, Bupati Sampang H Slamet Junaidi melakukan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Pendopo Trunojoyo Sampang pada Senin (30/12/2019) dengan dihadiri Wabup Sampang H Abdullah Hidayat, Pj Sekdakab H Yuliadi Setiawan, pimpinan OPD, dan ibu-ibu Dharma Wanita.

Sebanyak 135 orang diambil sumpahnya dan dilantik langsung oleh Bupati Sampang H Slamet Junaidi. Diantaranya Pengukuhan kembali Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (sebelumnya eselon IIb) sebanyak 6 orang. Untuk Jabatan Administrator (sebelumnya eselon IIIa) ada 15 orang mutasi dan 8 orang promosi. Pada Jabatan Administrator (eselon IIIb) ada 16 orang mutasi dan 8 yang promosi. Sementara untuk Jabatan Pengawas (eselon IVa) ada 65 mutasi dan 16 promosi. Serta Jabatan Pengawas (eselon IVb) ada 1 orang promosi.

Perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) pada Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) dengan dasar hukum Permendagri 56 tahun 2019 tentang Pedoman Nomenklatur dan Unit Kerja Sekretariat Daerah Provinsi dan Kabupaten Kota, dengan batas akhir penyesuaiannya paling lambat tanggal 31 Desember 2019. Serta Perbup SOTK Sekretariat Daerah nomor 52 tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Setdakab Sampang dan Staf Ahli Bupati Sampang.

Pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dengan dasar hukum Permendagri nomor 5 tahun 2017 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan. Serta Perbup nomor 50 tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Bappelitbangda Kabupaten Sampang dan Staf Ahli Bupati Sampang.

Untuk Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) dengan dasar hukum Permendagri nomor 5 tahun 2017 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan. Serta Perbup nomor 51 tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja BPPKAD.

BACA JUGA :  BUPATI SAMPANG BUKA PAMERAN PEMBANGUNAN, INI HARAPANNYA

Sementara pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) dengan dasar hukum Perda nomor 2 tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2024. Dalam RPJMD Pariwisata diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, sehingga urusan pariwisata perlu dinaikkan pengampunya dari setingkat seksi menjadi setingkat bidang. Selain itu berdasarkan Perbup nomor 51 tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja BPPKAD.

Daftar Nama 135 Pejabat Tinggi Pratama, Admistrator, dan Pengawas yang dilantik Senin (30/12/2019).

Dalam sambutannya, Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan bahwa pengambilan sumpah dan pelantikan 135 Pejabat itu merupakan dampak dari perubahan kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, serta tata kerja perangkat daerah. Sehingga perlu dilakukan pelantikan kembali dalam jabatan yang baru maupun mutasi ke dalam jabatan yang baru.

“Mutasi ini sudah melalui sejumlah tahapan administratif dan uji kompetensi sesuai dengan perundang-undangan, serta asas transparansi dan akuntabilitas. Tentunya, kami selalu mengevaluasi kinerja seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Sampang ini sesuai dengan jabatannya di masing-masing OPD. Setelah kami melakukan evaluasi kinerja setiap bulannya, dan kami menentukan sikap untuk melakukan mutasi dan promosi jabatan pada hari ini,” ujarnya, Senin (30/12/2019).

Bupati juga mengungkapkan jika dirinya memilih dan melantik para pejabat baru bukan hanya sekedar untuk kepentingan pribadi, juga bukan memperjualbelikan jabatan. Dirinya menegaskan jika setiap pertemuan selalu menekankan agar menunjukkan kinerja sebaik-baiknya. Dengan progres kinerja yang baik, dirinya tidak menampik akan memberikan reward promosi jabatan sesuai dengan bidang keilmuannya.

“Saya mengharamkan budaya praktik jual beli jabatan. Jadi jangan kaget ketika kami melantik ini dengan melihat latar belakangnya semenjak menjadi ASN, dan kami mengambil sikap pada hari ini memang ada yang layak untuk dipromosikan, dan bukan berdasarkan wani piro, itu haram. Kalau memang ada pejabat mengatasnamakan saya dengan melakukan praktik jual beli jabatan silakan langsung laporkan kepada saya, dan akan saya bantai. Mutasi ini bukanlah yang terakhir, karena dalam waktu dekat akan dilakukan mutasi kembali untuk mengevaluasi kinerja seluruh pejabat yang ada. Jadi kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Sampang saya minta menjalankan tupoksinya masing-masing sebaik-baiknya. Setelah pelantikan ini saya minta agar langsung beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru,” tutupnya. (msa)

BACA JUGA :  TINGKATKAN RASA GOTONG ROYONG, FKS SAMPANG 2019 BANGUN RABAT BETON DESA JUNOK SRESEH

Telah dibaca : 47 kali.