HOME // HOT News // Peristiwa

HILANG SEJAK PAGI, SEORANG NENEK DITEMUKAN DALAM SUMUR

   Manager POJOK KIRI Madura Raya
 Pada: Januari 6, 2020
Anggota BPBD Sampang berada dekat sumur tempat kejadian pasca evakuasi korban, Senin (06/01/2020) sore.

Sampang, Pojok Kiri – Menghilang sejak pagi hari, seorang nenek ditemukan meninggal dunia dalam sumur. Peristiwa naas yang menimpa Bu Asdiyeh alias Bu Toyyib (70) tersebut terjadi di Dusun Bengian, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang pada Senin (06/01/2020).

Saat dikonfirmasi via seluler pribadinya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Anang Djoenaedi kepada Pojok Kiri mengungkapkan bahwa nenek berusia 70 tahun tersebut dikabarkan menghilang oleh pihak keluarganya sejak pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah dilakukan upaya pencarian oleh pihak keluarganya dibantu warga ternyata ditemukan berada dalam sumur oleh salah seorang warga setempat yang saat itu hendak mengambil air di sumur tersebut sekitar pukul 16.00 WIB.

“Menurut keterangan yang kami himpun dati pihak keluarganya, korban memang menghilang sejak pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Ternyata ditemukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB oleh salah seorang warga bernama pak Demiri saat akan mengambil air dalam sumur itu. Setelah memastikan jika itu merupakan sesosok manusia, langsung melaporkannya kepada Sekretaris Desa setempat, dan dilanjutkan kepada BPBD juga Polsek setempat,” ungkapnya, Senin (06/01/2019).

Anang menyampaikan jika pihaknya langsung merespons setelah mendapatkan laporan kejadian orang masuk sumur itu. Dibantu warga sekitar serta aparat setempat proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya kendala.

“Saat mendapatkan laporan kejadian itu sebenarnya kami tengah mengikuti apel siaga bencana di lapangan Wijaya Kusuma. Kami langsung bergerak menuju tempat kejadian pada pukul 16.30 WIB setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan Pihak Polsek dan Koramil setempat. Korban berhasil dievakuasi dan diangkat ke atas sekitar pukul 17.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia. Kami juga belum mengetahui kejadiannya seperti apa, karena saat akan dilakukan otopsi terhadap korban, pihak keluarga menolak dan menganggap kejadian itu merupakan sebuah kecelakaan,” pungkas Anang. (msa)

BACA JUGA :  KONI SAMPANG DISKRIMINATIF DALAM KEGIATAN PENINGKATAN SDM PELATIH CABOR

Telah dibaca : 28 kali.