HOME // Kesehatan // Pemerintahan // Sosial Masyarakat

MAHASISWI ASAL SAMPANG MASIH DI CINA, BUPATI SIAP BANTU PEMULANGANNYA

   Manager POJOK KIRI Madura Raya
 Pada: Januari 28, 2020
Bupati Sampang H Slamet Junaidi (kiri) saat menemui Ibu dari Laili Nadhifatul Fikriya di Pendopo Trunojoyo Sampang, Selasa (28/01/2020) siang.

Sampang, Pojok Kiri – Serangan virus corona yang mewabah di negara Cina kini mengancam beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Mengingat penyebaran virus dimaksud sangat cepat terjadi antar manusia, maka sejumlah negara memperketat dengan meningkatkan pengamanan kedatangan warga negara asing maupun WNI sendiri yang masuk ke Indonesia sebagai upaya pencegahan virus corona masuk dan menyebar di Indonesia.

Salah satu WNI asal Kabupaten Sampang, Laili Nadhifatul Fikriya saat ini masih berada di Cina. Perempuan asal Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben tersebut berangkat ke Cina pada bulan Agustus 2019 lalu karena mendapatkan beasiswa dari negara Cina untuk menempuh pendidikan S2 di International Shandong University, Jurusan International Relation.

Karena keterbatasan biaya untuk transportasi pulang ke Indonesia, mahasiswi tersebut berharap kepada Pemerintah Indonesia, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang agar bisa membantu kepulangannya. Sebab, beasiswa yang akan diterimanya baru bisa cair sekitar bukan Maret 2020 mendatang. Sehingga saat ini dirinya masih bertahan di asramanya hingga bisa dipulangkan ke Indonesia.

Paspor Laili Nadhifatul Fikriya yang saat ini masih bertahan di Cina, menunggu bantuan pemerintah untuk kepulangannya.

Agar bisa segera dibantu kepulangan ke Indonesia hingga ke Kabupaten Sampang. Pada Selasa (28/01/2020) siang, Sri Astuti (43) Ibu kandung Laili Nadhifatul Fikriya mendatangi Pendopo Trunojoyo Sampang menghadap Bupati Sampang H Slamet Junaidi untuk meminta bantuan pemulangan anaknya tersebut. Mengingat, keluarganya yang pas-pasan tidak mempunyai biaya membeli tiket pesawat untuk memulangkan anaknya.

“Kedatangan kami kesini untuk menghadap bapak Bupati, dengan tujuan meminta agar pemerintah bisa membantu memulangkan anak saya yang hingga saat ini masih berada di Cina. Karena saya sendiri tidak mempunyai penghasilan tetap, dan suami saya juga sudah meninggal dunia, jadi saya tidak mempunya biaya untuk memulangkan anak saya. Untuk itu, kami berharap pemerintah mau membantu memulangkan anak saya, agar tidak terlalu lama di Cina yang saat ini dalam ancaman virus corona, yang katanya mematikan,” ungkapnya di Pendopo Trunojoyo Sampang, Selasa (28/01/2020) siang.

BACA JUGA :  DKR PERTANYAKAN PENONAKTIFAN BPJS PBID

Sementara itu, Bupati Sampang H Slamet Junaidi menegaskan jika pihaknya selaku Pemkab Sampang akan siap membantu sepenuhnya pemulangan Laili Nadhifatul Fikriya ke Indonesia hingga ke Kabupaten Sampang. Menurutnya, jika kebijakan negara Cina pemulangan WNI harus di koordinir, maka kami akan mengikuti kebijakan di sana.

“Jika saudari Laili Nadhifatul Fikriya itu bisa pulang secara mandiri ke Indonesia, maka kami selaku Pemkab Sampang, khususnya saya secara pribadi akan siap membantu proses dan biaya transportasi pemulangannya hingga ke Kabupaten Sampang. Tetapi, jika tidak bisa pulang secara mandiri, maka kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar secepatnya bisa memulangkan mahasiswi asal Kabupaten Sampang yang masih berada di Cina itu,” tegasnya.

Lanjutnya. “Jika nantinya saudari Laili Nadhifatul Fikriya sudah tiba di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sampang. Pihaknya akan melakukan cek kesehatannya, apakah sudah steril dari paparan virus corona atau tidak. Jika memang sudah dinyatakan sehat dan steril dari virus corona, maka kami akan serahkan kepada pihak keluarganya. Sebaliknya, jika ternyata terpapar virus corona, maka kami akan menyerahkannya kepada pihak RSUD Dr Soetomo Surabaya agar wabah virus itu tidak menyebar, dan bisa segera diobati,” pungkasnya. (msa)

Telah dibaca : 33 kali.