HOME // Advertorial/Iklan // Ekonomi // Pemerintahan

SARUNG SUTRA MANILA RESMI MENJADI PRODUK LOKAL BANGKALAN

   Manager POJOK KIRI Madura Raya
 Pada: Januari 28, 2020
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (tengah) saat launching sarung sutra dan songkok udeng Manila, Selasa (28/01/2020).

Bangkalan, Pojok Kiri – Kualitas sarung tenun dan songkok manila tidak diragukan lagi. Sarung lokal dengan berbahan sutera ini digemari banyak kalangan terutama kalangan santri di Kabupaten Bangkalan. Atas dasar itu, Produk lokal kebanggan Kabupaten Bangkalan ini secara resmi dilaunching menjadi produk lokal asli Kota Dzikir dan Sholawat.

Peluncuran dipimpin langsung Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron bertempat di Pemkab Bangkalan, Selasa (28/01/2020).

Bupati dalam keterangannya menyampaikan kebanggaan atas kemampuan salah satu putra daerah yang mampu melahirkan produk lokal unggulan.

“Saya secara pribadi dan sekaligus kepala daerah Kabupaten Bangkakan mengucapkan selamat kepada Sarung Manila yang telah melaunching produknya dan ini buatan dari putra Bangkalan. Kami bangga,” ucap Bupati.

Bupati menghimbau kepada seluruh Masyarakat Bangkalan agar mencintai produk lokal khususnya sarung Manila yang baru saja diresmikan sebagai salah satu icon baru bagi Kabupaten di ujung barat pulau madura ini.

“Kualitasnya tidak kalah saing dengan yang lain. Alhamdulillah enak dipakai, nyaman dan halus lagi,” ungkapnya.

Sementara Lukman Pemilik Perusahaan Sarung mengutarakan sarung dan songkok diproduksi mulai tahun 2005 silam. Saat itu ia berprofesi sebagai penjual sarung. Seiring waktu, lukman berInisiatif untuk meproduksi sarung sendiri.

“Kabupaten Bangkalan memiliki banyak produk lokal. Misalnya, ada batik tanjung bumi, tapi kenapa untuk sarung sutra ini tidak ada. Akhirnya saya memutuskan untuk menciptakan merk sendiri, yaitu Manila. Penamaan itu langsung dari abah saya,” ujar Pria Asal Desa Kendaban, Kecamatan Tanah Merah tersebut.

Produk hasil karyanya tersebut rupanya diminati banyak kalangan terutama kalangan santri. Perjalanan usaha sarung dan songkok sempat terhenti. Namun pada tahun 2010 Lukman kembali mengembangkan usahanya tersebut sampai saat ini. Sedangkan untuk kualitas, kata Lukman, tidak kalah dengan yang lain. Bahan sutera yang digunakan merupakan pilihan. Kini produknya sudah melalang buana.

BACA JUGA :  DINKES SAMPANG TIDUR, PENDERITA GIZI BURUK TERABAIKAN

“Alhamdulillah untuk pemasaran sampai ke malaysia dan arab. Tapi kebanyakan ke Malaysia dan kalimantan,” terangnya.

“Saat ini kami membuka toko untuk menjual sarung yang terletak di Pasar Baru Ki Lemah Duwur Bangkalan,  yang terletak di jalan Halim Perdana Kusuma atau jalan lingkar Ring Road. Toko kami merupakan pusat jual beli lokal yang terbesar di Bangkalan,” tutupnya. (ris/msa)

Telah dibaca : 36 kali.