19 Juli 2026

Babinsa dan Santri Gotong Royong Siapkan Lokasi Sumur Bor, Wujud Nyata Bakti TNI AD untuk Rakyat

BANGKALAN – Semangat kemanunggalan antara TNI dan elemen masyarakat kembali mengkristal di wilayah Kabupaten Bangkalan. Melalui program Karya Bhakti TNI AD untuk Rakyat, langkah nyata dalam mengatasi kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat mulai digulirkan di Kecamatan Labang.

​Pada Senin (13/7/2026), personel Babinsa Koramil Labang turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan aksi kebersihan dan penyiapan lahan. Kegiatan ini difokuskan di dua titik strategis sekaligus, yakni Pondok Pesantren Al Akhyar di Desa Ba’engas, serta Pondok Pesantren Nurul Iman di Desa Sukolilo Barat. Aksi heroik ini menjadi langkah awal krusial sebelum dimulainya proyek pembangunan sumur bor guna menghadirkan sarana air bersih.

Sinergi Tanpa Sekat di Lingkungan Pesantren

​Di kedua lokasi tersebut, suasana gotong royong terasa begitu kental dan hangat. Jauh dari kesan kaku, para personel Babinsa dan santri tampak membaur tanpa sekat. Mereka bahu-membahu meluangkan tenaga untuk:

  • ​Membersihkan sisa-sisa semak dan sampah di area sekitar.
  • ​Mengangkat material yang dapat menghambat mobilitas alat berat.
  • ​Merapikan dan memetakan lokasi yang telah ditentukan sebagai titik pengeboran.

​Kebersamaan yang terjalin ini bukan sekadar aktivitas fisik biasa, melainkan cerminan sinergi kokoh dalam mendukung pembangunan fasilitas publik yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak—khususnya ketersediaan air bersih di lingkungan pondok pesantren dan warga sekitar.

Kebersamaan Sebagai Kekuatan Utama Pembangunan

​Danramil Labang, Lettu Caj Hendarnanto, menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas kolaborasi yang harmonis antara jajaran Babinsa dan para santri di lapangan.

​”Melalui Karya Bhakti TNI AD untuk Rakyat, kami ingin menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Melihat semangat para santri yang ikut bergotong royong bersama Babinsa menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun desa,” ungkap Lettu Caj Hendarnanto.

​Beliau juga optimis proyek ini akan membawa dampak jangka panjang yang positif. “Kami berharap pembangunan sumur bor ini nantinya mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi pondok pesantren, sekaligus memberikan manfaat sekunder bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan pondok,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *