PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan semakin mempertegas komitmennya dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan. Tidak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp2 miliar telah dialokasikan khusus untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di 13 kecamatan.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung stabilitas ekonomi di Bumi Gerbang Salam.
UMKM: Pahlawan Ekonomi Daerah
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menegaskan bahwa dukungan finansial ini bukan sekadar bantuan, melainkan investasi sosial untuk menekan angka pengangguran. Menurutnya, pelaku usaha kecil adalah penggerak utama yang paling tahan banting terhadap gejolak ekonomi.
”Pelaku UMKM ini perlu didukung penuh. Mereka bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan,” ujar mantan anggota DPR RI tersebut.
Beliau juga memberikan pesan menyentuh mengenai inklusivitas program ini. Menurutnya, tidak boleh ada rakyat yang merasa tertinggal dalam pembangunan ekonomi.
“Termasuk penjual gorengan, mereka adalah penopang ekonomi kerakyatan yang nyata. Tidak boleh ada usaha kecil yang terlantar,” tegasnya.
Sinergi Kecamatan dan Penguatan Kualitas
Agar program ini tepat sasaran, Bupati menginstruksikan para camat di 13 kecamatan untuk jemput bola melalui pendataan yang akurat dan pendampingan yang intensif. Peran camat dianggap krusial sebagai ujung tombak yang memahami potensi unik di tiap wilayah.
Secara teknis, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Pamekasan, Achmad Sjaifuddin, merinci alokasi dana tersebut:
- Total Anggaran: Kurang lebih Rp2 Miliar.
- Fokus Pelatihan: Sekitar Rp1,1 miliar dikhususkan untuk program pelatihan di 13 kecamatan.
- Target: Peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, dan akses permodalan tambahan.
Harapan Besar untuk Ekonomi Lokal
Melalui kombinasi bantuan anggaran, pelatihan skill, dan kemudahan akses modal, Pemkab Pamekasan optimis produk-produk lokal akan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Program ini diharapkan menjadi katalisator bagi UMKM Pamekasan untuk segera “naik kelas” dan menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat luas.

