17 Mei 2026

Plafon Baru, Harapan Baru: Rasa Haru Bapak Anis Sambut Sentuhan Akhir Satgas TMMD Bangkalan

BANGKALAN – Gurat lelah di wajah Bapak Anis seketika sirna digantikan binar kebahagiaan. Minggu pagi (10/5/2026), warga Desa Gelis Dajah, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan ini menyaksikan langsung transformasi huniannya yang kini tak lagi sekadar angan. Di bawah arahan Serda Reno Rizky Himawan, lima personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan terus memacu pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya.

​Kesibukan di kediaman Bapak Anis hari itu terasa berbeda. Bukan sekadar proyek fisik, melainkan ada semangat gotong royong yang kental. Personel TNI bersinergi dengan tukang lokal, Pak Rosyid dan Pak Amin, melakukan tahap krusial: pemasangan plafon, pengecatan, serta pengacian dinding.

​Hingga saat ini, progres pembangunan rumah Bapak Anis telah menyentuh angka 81%. Dengan capaian tersebut, rumah impian yang kokoh dan sehat kini sudah di depan mata.

​”Kami tidak hanya membangun dinding, kami ingin memastikan Bapak Anis dan keluarga bisa tidur dengan nyenyak di bawah atap yang layak,” ujar Serda Reno Rizky Himawan di sela-sela kegiatannya.

​Bagi Bapak Anis, kehadiran Satgas TMMD adalah anugerah yang tak pernah ia duga sebelumnya. Dengan suara yang sedikit bergetar karena menahan haru, ia mengungkapkan bahwa rumah ini adalah simbol kepedulian TNI terhadap masyarakat kecil.

​”Saya sangat bersyukur dan bangga. Rumah ini bukan hanya dibangun dengan tenaga, tapi juga dengan ketulusan hati bapak-bapak TNI,” ucapnya lirih dengan mata berkaca-kaca.

​Keberhasilan program TMMD di Desa Gelis Dajah ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan. Plafon yang kini terpasang rapi bukan sekadar pelindung dari cuaca, melainkan payung harapan bagi keluarga Bapak Anis untuk menata masa depan yang lebih baik.

​Harapan Bapak Anis sederhana namun mendalam: ia berdoa agar pengabdian para prajurit Satgas TMMD ke-128 ini menjadi ladang amal dan program serupa terus berlanjut untuk menyentuh kehidupan warga prasejahtera lainnya di pelosok negeri.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *