BANGKALAN – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0829/Bangkalan membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik. Di bawah terik matahari Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, Rabu (13/5/2026), Satgas TMMD menggelar pembinaan Juru Sembelih Halal (JULEHA) unggas bagi warga setempat.
Kegiatan non-fisik yang memasuki hari ke-22 ini menjadi langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat, sekaligus memastikan produk pangan yang dikonsumsi warga memenuhi standar syariat dan kesehatan.
Edukasi Syariat dan Kualitas Pangan
Dalam pembekalan tersebut, aspek spiritual dan teknis dipadukan secara harmonis. Ketua Komisi Fatwa MUI, KH. Mauridi Masyhudi, menekankan bahwa penyembelihan bukan sekadar mematikan hewan, melainkan proses ibadah yang harus memenuhi syarat rukun Islam.
”Penyembelihan yang benar dimulai dari niat yang lurus hingga teknik pemotongan yang memastikan saluran napas, makanan, dan pembuluh darah terputus dengan sempurna,” jelas KH. Mauridi.
Melengkapi sisi religius, Irza Firmansyah dari Tiga Raja Farm memberikan edukasi mengenai cara memilih unggas yang sehat. Hal ini penting agar aspek halalan (halal sesuai hukum) berjalan beriringan dengan aspek thayyiban (baik dan bergizi).
Sinergi Lintas Sektor untuk Masyarakat
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh kunci, di antaranya:
- Letda Inf. Dwi Hartono (Dan SSK TMMD ke-128)
- Abdul Muis (Kepala Desa Galis Dajah)
- Cindra S. (Kabid DPKH)
Sebanyak 16 warga peserta tampak antusias mengikuti praktik dan diskusi. Mereka tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga diajak memahami tanggung jawab moral sebagai penyedia pangan bagi keluarga dan lingkungan.
Letda Inf. Dwi Hartono menegaskan bahwa edukasi ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup warga. “Kami ingin masyarakat mandiri dan memiliki keterampilan yang bermanfaat. Ini adalah bentuk nyata kehadiran TNI dalam mengawal kesejahteraan warga, baik dari sisi lahiriah maupun batiniah,” ujarnya.
Apresiasi dan Harapan Berkelanjutan
Kepala Desa Galis Dajah, Abdul Muis, menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif Satgas TMMD. Menurutnya, ilmu JULEHA adalah kebutuhan mendasar di desa yang religius namun seringkali kurang tersentuh edukasi teknis yang standar.
”Kehadiran Satgas TMMD memberikan manfaat yang sangat nyata. Kami berharap ilmu ini terus dipraktikkan secara berkelanjutan oleh warga, bahkan menjadi peluang usaha baru di desa kami,” tutur Abdul Muis.
Dengan suksesnya pembekalan JULEHA ini, Satgas TMMD ke-128 kembali menegaskan perannya sebagai penggerak perubahan sosial. Tak hanya membangun jalan dan jembatan, TNI hadir membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat demi masa depan yang lebih baik.

