BANGKALAN – Deru mesin ekskavator berpadu selaras dengan gelak tawa dan peluh warga di Dusun Larangan Tengah, Desa Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan pada Jumat (10/7/2026). Pemandangan penuh kebersamaan ini mewarnai hari pertama dimulainya pembangunan jembatan desa melalui program Karya Bhakti TNI AD.
Sejak pagi, personel Koramil Klampis bersama masyarakat setempat sudah berkumpul di lokasi. Mereka bahu-membahu melakukan penggalian pondasi jembatan. Guna mempercepat mobilitas dan efektivitas kerja, sebuah alat berat dikerahkan ke lapangan untuk menangani pengerjaan berat.
Meski teknologi modern mengambil peran utama dalam pengerukan tanah, hal itu tidak mengikis esensi gotong royong. Warga dengan penuh sukarela membagi tugas—mulai dari mengangkut material pendukung, menyiapkan area pengerjaan, hingga mendampingi personel TNI di setiap tahapan taktis. Kehadiran para prajurit di tengah desa ini terbukti tidak hanya mengakselerasi infrastruktur fisik, tetapi juga mempertebal ikatan emosional (kemanunggalan) antara TNI dan rakyat.
”Kami ingin pembangunan ini menjadi milik bersama. Ketika TNI, pemerintah, dan masyarakat bekerja bergandengan tangan, pekerjaan terasa lebih ringan dan hasilnya akan lebih bermanfaat,” ujar WS Danramil Klampis, Peltu Iwan Rosadi.
Peltu Iwan Rosadi juga menegaskan bahwa program Karya Bhakti ini merupakan wujud nyata pengabdian tanpa batas TNI kepada masyarakat. Pihaknya berharap, infrastruktur baru ini nantinya tidak sekadar menjadi penghubung geografis, melainkan menjadi urat nadi baru yang mampu mendongkrak roda perekonomian warga Desa Penyaksagan dan sekitarnya.

