3 Juni 2026

Dua Saudara Duel Carok di Kebun Sengon Lumajang, Satu Tewas Tragis dan Satu Kritis, Diduga Dipicu Rebutan Daun Nangka

ILUSTRASI: Petugas kepolisian mendokumentasikan tempat kejadian perkara (TKP) duel carok yang dilingkari garis polisi di tengah perkebunan sengon yang rimbun.)

LUMAJANG – Tragedi berdarah carok kembali mengguncang Kabupaten Lumajang. Dua pria yang masih bertetangga dekat dan terikat hubungan kekerabatan nekat berduel satu lawan satu menggunakan senjata tajam jenis celurit pada Kamis (21/5/2026). Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang tewas mengenaskan di lokasi kejadian, sementara lawan duelnya dalam kondisi kritis.

​Peristiwa maut ini meletus di tengah rimbunnya kebun sengon, Desa Sumberweringin, Kecamatan Klakah, Lumajang. Dua pria yang terlibat bentrok adalah Abdul Karim dan Wasil, warga setempat.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pertumpahan darah ini bermula dari insiden sepele di jalan kampung. Sepeda motor yang dikendarai Abdul Karim dan Wasil tidak sengaja berpapasan dan saling bergesekan (serempetan).

​Adu mulut hebat pun tak terhindarkan antara keduanya. Terbakar emosi yang memuncak, Abdul Karim langsung memacu motornya pulang untuk mengambil sebilah celurit. Tanpa memikirkan risiko, ia segera memburu Wasil ke area perkebunan sengon. Duel berdarah satu lawan satu menggunakan senjata tajam jenis celurit pun pecah seketika.

​Sabetan celurit yang membabi buta membuat kebun sengon berubah menjadi ladang pembantaian. Abdul Karim tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP) akibat luka bacok parah di bagian kepala. Sementara itu, Wasil ditemukan dalam kondisi sekarat dengan luka robek serius di bagian perut dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani operasi darurat.

​Meski dipicu oleh insiden serempetan motor, penyelidikan mendalam yang dilakukan Satreskrim Polres Lumajang mengungkap fakta lain yang mengejutkan. Senggolan di jalan tersebut ternyata hanyalah pemantik dari bom waktu dendam lama yang sudah lama dipendam oleh keduanya. Motif aslinya sangat sepele: perebutan daun nangka untuk pakan ternak.

​Hal ini diperkuat oleh kesaksian istri korban meninggal dunia, Saniyeh, yang membeberkan awal mula keretakan hubungan kedua kerabat tersebut.

​”Masalahnya itu dulu, saya pernah mengambil rumput terus ada pohon nangka dan saya ambil daunnya sedikit. Ternyata Wasil tidak terima dan menegur saya dengan keras. Besoknya, Wasil malah datang ke rumah marah-marah besar ke suami saya,” ungkap Saniyeh dengan nada sedih, Kamis (21/5/2026).

​Polisi kini tengah mengamankan lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti, termasuk dua bilah celurit yang digunakan. Kasus ini sedang dalam penanganan intensif Polres Lumajang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *