17 Mei 2026

Dampingi Mendikdasmen di Bangkalan, Wabup Fauzan Ja’far Curhat Kondisi 70% Sekolah Rusak

BANGKALAN – Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dalam agenda Silaturahmi Muhammadiyah se-Madura Raya yang digelar di Kecamatan Burneh, Jumat (1/5/2026). Selain silaturahmi, kunjungan ini juga menandai peresmian Masjid Al Huda Muhammadiyah yang dibangun melalui swadaya masyarakat.

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati Fauzan Ja’far menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Menteri Abdul Mu’ti. Menurutnya, kunjungan ini merupakan sinyal positif adanya perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap dinamika pendidikan di daerah, khususnya di ujung barat Pulau Madura.

Soroti Infrastruktur Pendidikan

Namun, di tengah suasana peresmian tersebut, Wabup Fauzan juga menyampaikan realita objektif mengenai tantangan pendidikan di Bangkalan. Ia mengungkapkan bahwa infrastruktur pendidikan di tingkat SD dan SMP saat ini masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat.

​”Sekitar 70 persen gedung sekolah dalam kondisi kurang memadai. Bahkan, banyak sekolah yang belum mampu menampung seluruh siswa secara maksimal karena keadaan fisik bangunan yang tidak mendukung,” ujar Fauzan.

​Ia berharap momentum kehadiran Mendikdasmen dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan percepatan perbaikan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Masjid Sebagai Pusat Peradaban

Terkait peresmian Masjid Al Huda, Fauzan memuji semangat kebersamaan warga Muhammadiyah. Ia menilai masjid bukan sekadar tempat sujud, melainkan memiliki peran strategis sebagai pusat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak.

​Senada dengan hal tersebut, Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti menekankan bahwa fungsi masjid di era modern harus meluas. Masjid harus bertransformasi menjadi pusat peradaban, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

​”Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat dan tempat menuntut ilmu. Selain memakmurkan masjid, pengurus juga harus bisa memakmurkan masyarakat dan jemaahnya,” tegas Prof. Abdul Mu’ti.

Adaptasi Digital

Di hadapan warga Muhammadiyah se-Madura Raya, Menteri juga mengingatkan pentingnya adaptasi teknologi. Ia mendorong agar lembaga pendidikan dan pusat-pusat dakwah seperti masjid mulai memanfaatkan teknologi digital, internet, dan media sosial sebagai sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda.

​Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian Masjid Al Huda, yang diharapkan menjadi oase pendidikan dan spiritualitas bagi warga Kecamatan Burneh dan sekitarnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *