SUMENEP – Peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat di Pulau Garam. Peredaran gelap narkotika di Madura kini dinilai telah mencapai titik paling mengkhawatirkan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep secara resmi menyatakan bahwa wilayah Madura telah naik status dari Zona Merah menjadi Zona Hitam.
Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Kasubag Umum BNNK Sumenep, Wahyu Purnomo. Menurutnya, label “Zona Hitam” ini merupakan refleksi dari masifnya temuan barang bukti dan intensitas peredaran yang kian tak terkendali dalam beberapa bulan terakhir.
Rentetan Kasus Besar di Jalur Laut dan Darat
Kenaikan status ini dipicu oleh sejumlah pengungkapan kasus kakap yang mengejutkan publik. Dua di antaranya yang menjadi sorotan utama adalah:
Jalur Laut: Temuan puluhan kilogram sabu di perairan Pulau Masalembu yang mengindikasikan wilayah kepulauan menjadi pintu masuk utama.
Jalur Darat: Keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan sekitar 7 kilogram sabu yang dibawa melintasi Tol Suramadu.
“Dengan temuan sebesar itu, kita tidak bisa lagi menganggap Madura hanya zona merah. Ini sudah zona hitam, karena peredarannya sangat masif,” tegas Wahyu dalam pernyataannya.
Celah Kepulauan dan Jaringan Internasional
Wahyu menjelaskan bahwa sindikat narkoba kini semakin cerdik dalam memanfaatkan letak geografis Madura. Wilayah kepulauan yang luas dan sulit dijangkau oleh pengawasan ketat menjadi celah emas bagi para penyelundup. Diduga kuat, barang haram yang masuk melibatkan jaringan internasional yang menjadikan Madura sebagai target pasar maupun jalur transit.
Perang Semesta: Masyarakat Adalah Kunci
Menghadapi ancaman yang kian nyata ini, BNNK Sumenep menegaskan bahwa kekuatan kepolisian dan BNN saja tidak akan cukup. Perang melawan narkoba di Madura harus menjadi gerakan bersama atau “perang semesta”.
Tokoh Agama & Desa: Diharapkan menjadi benteng pertama dalam memberikan edukasi moral dan pengawasan lingkungan.
Pemerintah Daerah: Didesak untuk memperkuat kebijakan pencegahan hingga ke level desa terpencil.
Kesadaran Kolektif: Masyarakat diminta untuk tidak apatis dan berani melaporkan aktivitas mencurigakan di wilayahnya.
“Tokoh desa, tokoh agama, hingga masyarakat harus ikut bergerak. Tidak ada wilayah yang benar-benar aman dari narkoba saat ini,” tambah Wahyu.
Menyelamatkan Generasi Depan
Peningkatan status menjadi zona hitam ini diharapkan menjadi wake-up call bagi semua pihak. Tanpa adanya tindakan preventif yang radikal dan kolaborasi lintas sektor, ancaman narkoba dikhawatirkan akan memutus masa depan generasi muda Madura secara permanen.
BNNK pun terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan edukasi guna membentengi masyarakat dari jeratan sindikat yang kini kian lihai menyusup ke berbagai sendi kehidupan. (nhs)

