17 Mei 2026

Sentuhan Loreng di Pesantren: Satgas TMMD Bangkalan Bangun Harapan Lewat Deru Mesin dan Ketulusan

BANGKALAN – Suara gerinda yang membelah keheningan di sudut Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlotul Ulum Al Fatih, Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, menjadi musik penyemangat bagi para prajurit. Di balik seragam loreng yang bersimbah keringat, tersimpan ketulusan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi para santri melalui program TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan.

Presisi di Setiap Lapisan Keramik

​Rabu (6/5/2026), suasana di area pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) tampak sibuk namun teratur. Seorang anggota Satgas TMMD terlihat dengan telaten memasang keramik, memastikan setiap sudut tersusun presisi. Di sisi lain, prajurit bersama warga dan anggota Lanal BPO bahu-membahu mengolah adukan material dengan penuh ketelitian.

​Kehadiran sosok warga seperti Pak Eko, Pak Sulihan, dan Pak Zainul yang turut bekerja bersama TNI, menjadikan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah simfoni gotong royong lintas unsur.

Progres Signifikan di Tengah Terik

​Pengerjaan fasilitas kesehatan ini kini telah mencapai angka 65 persen. Fokus utama saat ini adalah penyempurnaan struktur bangunan dan pemasangan keramik lantai serta dinding. Meski medan kerja tergolong terbatas dan cuaca di Kecamatan Konang cukup menyengat, semangat lima personel di bawah komando Lettu Mohammad Holifah tidak sedikit pun luntur.

​”Setiap lapisan keramik yang kami pasang adalah pondasi untuk kenyamanan dan kesehatan para santri. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk lingkungan pesantren ini,” ujar Lettu Mohammad Holifah.

Membangun Peradaban Sehat dari Pesantren

​Program pembangunan tiga unit MCK ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendasar di Ponpes Raudlotul Ulum Al Fatih. Bagi TNI, fasilitas yang layak adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, sehingga para santri dapat fokus menuntut ilmu agama.

​”Fasilitas MCK ini diharapkan menjadi awal dari pola hidup yang lebih sehat di lingkungan pondok. TMMD hadir untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” tambah Lettu Holifah.

​Di balik deru mesin dan ayunan cangkul, ada harapan besar yang sedang dibangun. Kelak, saat bangunan ini berdiri kokoh, senyum para santri akan menjadi upah tak ternilai bagi para prajurit yang telah menanamkan ketulusan di setiap jengkal pondasi bangunan tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *