17 Mei 2026

Hangatnya Kebersamaan: Saat Prajurit TMMD Bangkalan “Borong” Pindang Ibu Siti

BANGKALAN – Pagi di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jumat (8/5/2026), tidak hanya diwarnai oleh deru mesin konstruksi. Di sudut desa, sebuah potret kemanunggalan TNI dan rakyat terpancar lewat aroma harum bumbu pindang dari dapur sederhana milik Ibu Siti.

​Di tengah padatnya jadwal TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, lima personel Satgas dari Kodim 0829/Bangkalan menyempatkan diri melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan cara yang unik: mendukung langsung ekonomi warga melalui kuliner lokal.

​Sentuhan Humanis di Balik Seragam Loreng

​Dipimpin oleh Serda Reno Rizky Himawan, para prajurit ini menyambangi kedai Ibu Siti. Tanpa canggung, mereka memborong pindang hasil olahan tangan dingin sang ibu yang dikenal memiliki cita rasa khas rumahan.

​Bagi Ibu Siti, kehadiran para prajurit bukan sekadar pembeli biasa. Senyum sumringah terpancar dari wajahnya saat dagangannya laku keras. Baginya, ini adalah suntikan semangat luar biasa di tengah upaya keluarga menyambung hidup melalui usaha mikro.

​”Kami tidak hanya hadir untuk membangun jalan atau jembatan secara fisik, tetapi juga ingin merangkul hati warga. Mendukung usaha kecil seperti pindang Ibu Siti adalah cara kami menunjukkan bahwa TNI selalu ada di sisi rakyat dalam kondisi apa pun,” ujar Serda Reno Rizky Himawan.

​Membangun Jiwa, Bukan Sekadar Infrastruktur

​Kegiatan Komsos ini berlangsung sangat cair. Sambil menikmati sajian pindang, terselip canda tawa dan diskusi ringan antara warga dan aparat. Interaksi ini membuktikan bahwa program TMMD memiliki dimensi sosial yang mendalam, yakni membangun kedekatan emosional yang tidak bisa diukur dengan angka.

​Filosofi di balik aksi sederhana ini sangat jelas: pembangunan sejati dimulai dari kepedulian terhadap kemanusiaan. Dari dapur kecil di Desa Galis Dajah, TNI mengirimkan pesan kuat bahwa kemajuan daerah harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warganya.
​Kisah “Pindang Ibu Siti” kini menjadi bagian dari catatan manis pelaksanaan TMMD ke-128 di Bangkalan. Sebuah bukti bahwa di balik ketegasan seragam loreng, terdapat hati yang selalu terpanggil untuk membantu rakyat kecil “naik kelas” secara ekonomi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *