SUMENEP – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 tingkat Kabupaten Sumenep diperingati secara khidmat melalui upacara bendera di halaman Kantor Bupati Sumenep, Rabu (20/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan bahwa tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, mengandung makna mendalam mengenai tanggung jawab kolektif dalam membina generasi muda.
”Tema Harkitnas ini mencerminkan semangat seluruh elemen bangsa dalam menjaga dan melindungi generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa, melalui pendidikan berkualitas dan penguatan karakter,” ujar Wabup KH. Imam Hasyim di sela-sela upacara.
Wabup menegaskan bahwa generasi muda adalah harapan masa depan bangsa. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh.
Pemerataan Akses Pendidikan Melalui Sekolah Rakyat dan Garuda
Sebagai wujud nyata dari semangat kemandirian dan kebangkitan, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah memutus ketimpangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah afirmasi.
Langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah meliputi:
- Pemerataan Akses: Pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
- Peningkatan Mutu: Perbaikan kualitas dan kompetensi para guru secara berkelanjutan.
- Akses Finansial: Penyediaan beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan yang layak.
KDKMP: Penggerak Ekonomi Baru dari Desa
Tidak hanya sektor pendidikan, upaya peningkatan kesejahteraan rakyat juga digenjot melalui penguatan ekonomi berbasis desa. Pemkab Sumenep menginisiasi pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pilar kekuatan ekonomi baru.
Melalui KDKMP, masyarakat desa kini memiliki akses yang lebih dekat dan mudah terhadap berbagai kebutuhan pokok dan produktif, seperti:
- Penyediaan pupuk dan modal usaha.
- Fasilitasi distribusi hasil panen petani.
- Penyediaan sembako dan obat-obatan dengan harga terjangkau.
- Layanan ekonomi dasar lainnya.
”Desa yang kuat secara ekonomi mampu menopang pembangunan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersatu, menjaga semangat gotong royong, dan bersama-sama membangun daerah,” jelas KH. Imam Hasyim.
Refleksi Hardiknas: Pendidikan Adalah Memuliakan Manusia
Selain memperingati Harkitnas, upacara gabungan ini juga menjadi momentum refleksi untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional. Wabup mengingatkan esensi terdalam dari proses belajar-mengajar.
”Hakikat pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan,” pungkas Wakil Bupati KH. Imam Hasyim menutup arahannya.

