17 Mei 2026

Terak Bulan di Desa Kombangan: Pesona Budaya Bangkalan yang Tak Lekang Oleh Zaman

BANGKALAN – Cahaya rembulan di Desa Kombangan, Kecamatan Geger, terasa lebih istimewa pada Jumat (1/5/2026). Event Terak Bulan, agenda rutin Pemerintah Kabupaten Bangkalan, kembali sukses menyedot perhatian ribuan warga melalui perpaduan apik antara pelestarian tradisi, pemberdayaan ekonomi, dan aksi sosial.

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan ini hadir sebagai panggung megah bagi kesenian lokal sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui stan-stan UMKM unggulan.

Kehadiran Pemimpin di Tengah Rakyat

​Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, hadir langsung bersama Ketua TP-PKK Bangkalan, Ny. Lutfiana Lukman Hakim, untuk membuka acara. Kehadiran orang nomor satu di Bangkalan ini menambah semarak suasana, terutama saat beliau berkeliling meninjau produk-produk lokal di area UMKM.

​Tak hanya soal seremoni, acara ini juga dibalut dengan sentuhan kemanusiaan. Bupati Lukman secara simbolis membagikan paket susu dan telur kepada ibu serta balita. Langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menekan angka stunting melalui intervensi gizi langsung di tingkat desa.

Benteng Budaya di Era Digital

​Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan Terak Bulan yang kini digelar secara roadshow antar-kecamatan. Menurutnya, acara ini adalah misi penyelamatan identitas bangsa di tengah gempuran budaya asing.

​”Kita memiliki keanekaragaman budaya yang luar biasa. Jika bukan kita yang mencintai dan melestarikannya, siapa lagi? Dari rasa cinta itulah akan tumbuh semangat untuk menjaga warisan leluhur kita agar tetap eksis di masa depan,” ujar Bupati Lukman dengan penuh semangat.

Menuju Pengakuan Dunia

​Bupati juga memotivasi masyarakat untuk bangga terhadap kekayaan lokal. Beliau mengingatkan bahwa Indonesia telah memiliki warisan yang diakui UNESCO seperti Batik. Kini, Bangkalan tengah berjuang membawa identitas lokal ke panggung nasional dan internasional.

​Beberapa budaya dan kuliner khas yang saat ini sedang diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) antara lain:

  • Hong Bahong (Kesenian khas)
  • Nasi Serpang (Kuliner ikonik)
  • Topak Ladeh (Hidangan tradisional)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *