BANGKALAN – Deru cangkul dan sekop yang menghantam material bangunan memecah keheningan di halaman Madrasah Al Ikhlas, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Jumat (1/5/2026). Di bawah terik matahari, tampak personel TNI bersama warga bahu-membahu melakukan pengecoran “sepatu” atau pondasi kerangka tandon air.
Aksi gotong royong ini merupakan bagian dari realisasi Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang diintegrasikan melalui TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan. Fokus utamanya jelas: menghadirkan akses air bersih yang layak bagi para santri dan warga sekitar.
Membangun Tanpa Sekat
Pemandangan di lapangan menunjukkan keakraban yang luar biasa. Koptu Fauzi, Babinsa Koramil Socah, tampak berada di garis depan bersama warga, mengaduk semen dan menata material. Canda gurau yang sesekali pecah di sela-sela kerja keras tersebut menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang hidup.
“Kami hadir bukan hanya untuk menyumbangkan tenaga, tetapi untuk memastikan bahwa fasilitas ini nantinya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi adik-adik santri di madrasah ini agar mereka bisa beribadah dan belajar dengan nyaman,” ujar Koptu Fauzi di lokasi kegiatan.

Air Bersih, Harapan Baru
Bagi warga Desa Keleyan, pembangunan tandon air ini adalah jawaban atas penantian panjang. Selama ini, akses air bersih yang stabil menjadi tantangan tersendiri bagi operasional madrasah. Dengan adanya tandon ini, kebutuhan sanitasi dan konsumsi air sehari-hari diharapkan dapat terpenuhi dengan baik.
Salah satu warga mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya atas kehadiran Satgas TMMD di desa mereka.
“Ini lebih dari sekadar membangun tandon. Kehadiran Bapak-bapak TNI memberi kami semangat baru bahwa desa kami diperhatikan. Pijakan tandon ini adalah pijakan harapan kami untuk hidup yang lebih sehat,” ungkapnya.
Filosofi Gotong Royong
Program TMMD ke-128 di wilayah Bangkalan terus menitikberatkan pada pembangunan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Pengecoran pondasi tandon air di Madrasah Al Ikhlas ini menjadi simbol kuat bahwa fondasi pembangunan yang paling kokoh adalah kerukunan dan kerja sama antara aparat dan rakyat.
Dengan tuntasnya tahap awal pengecoran ini, fasilitas air bersih di Madrasah Al Ikhlas selangkah lagi akan menjadi nyata, membawa berkah bagi keberlangsungan pendidikan agama di Desa Keleyan.

