SUMENEP – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sumenep sukses menutup rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan cara yang edukatif dan inspiratif. Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) dari berbagai wilayah di Kota Keris memadati Pendopo Agung Keraton Sumenep untuk mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar), pada Rabu (20/05/2026).
Dua film karya anak bangsa yang diputar dalam kesempatan tersebut adalah “Cahaya di Ujung Timur” dan “Karet Pengikat Mimpi”. Kedua film tersebut merupakan karya apik dari Komunitas Peduli Pendidikan Sumenep (KPPS).
Acara nobar ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Dispendik Sumenep melalui Aliansi Komunitas Pendidikan Kabupaten Sumenep (AKSES) bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kabupaten Sumenep.
Rangkaian Lomba Sukses Mengasah Kreativitas Siswa
Kepala Dispendik Sumenep, Mohamad Iksan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh agenda Hardiknas tahun ini yang telah dimulai sejak beberapa hari lalu. Seluruh rangkaian acara mendapatkan apresiasi luar biasa, baik dari para peserta maupun masyarakat luas.
Sebelum acara puncak nobar ini, Dispendik telah sukses menggelar berbagai perlombaan kreatif, di antaranya:
- Lomba olahraga tradisional (Tarik tambang di halaman Pemkab Sumenep).
- Lomba bidang teknologi (Coding).
- Lomba keterampilan berbahasa (Pewara/MC).
- Lomba literasi (Menulis cerita).
”Alhamdulillah seluruh lomba berjalan sukses. Kegiatan ini kami harapkan dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus memacu semangat belajar para siswa. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini,” kata Mohamad Iksan.
Masa Depan Sumenep Ditentukan dari Pembinaan Hari Ini
Di tempat yang sama, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Dedi Falahuddin, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya investasi pada generasi muda.
Pemerintah daerah menekankan bahwa kualitas masa depan Kabupaten Sumenep sangat bergantung pada bagaimana karakter anak-anak dibentuk sejak dini melalui penguatan pendidikan dan pelestarian budaya.
”Wajah Sumenep 20 tahun ke depan ditentukan dari sekarang, dari bagaimana anak-anak kita dibina hari ini. Jangan sampai eksistensi budaya di Kabupaten Sumenep tergerus oleh waktu,” tegas Dedi Falahuddin saat membacakan sambutan Bupati.
Melalui pemutaran film yang sarat akan nilai-nilai perjuangan dan mimpi ini, para pelajar diharapkan dapat memetik motivasi moral untuk terus belajar, berinovasi, dan tetap mencintai kekayaan budaya lokal di tengah gempuran modernisasi.

